Itsnani A [TAHAP REVISI]

Itsnani A [TAHAP REVISI]

  • WpView
    Odsłon 3,870
  • WpVote
    Głosy 444
  • WpPart
    Części 22
WpMetadataReadZakończone śr., kwi 8, 20202h 20m
BANYAK BAGIAN YANG DIUBAH⚠️ Di suatu saat aku berada ditahap menyadari bahwa jatuh hati tidak dapat memilih, Allah telah memilihkan dan menakdirkan kamu untukku. Dia yang memulai dengan iman, yang berbalut sabar, yang bersulam dengan takwa, bergading dengan ikhlas, dan berakhir dengan ridho. Dan aku mulai belajar untuk mengerti bahwa sesuatu yang baik menurut ku tidak Allah izinkan, Allah akan menggantikan dengan yang lebih baik lagi. Dia yang tetap menjadi orang yang sama, Yang merindukanku dengan sederhana, Mengejarku dengan diamnya, Dan yang menyayangiku dengan luar biasa. Maret-April 2020 #1 terbaru #1 motivasi #2 ceritafiksi Copyright © 2020 Khawla_eufenja
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
#33
motivasi
WpChevronRight
Dołącz do największej społeczności pisarskiejOtrzymuj spersonalizowane rekomendacje dzieł, zapisuj ulubione dzieła w bibliotece oraz komentuj i głosuj, aby rozwijać swoją społeczność.
Illustration

To może też polubisz

  • Mutowifku Tersayang
  • Persimpangan Hati
  • Zulaikha Street (End)
  • MILLION DIFFERENT WORLDS
  • Langit
  • Aiman Idraqi: Last Love
  • Can't Give Up!
  • Mahligai Impian
  • 𝘔𝘐𝘔𝘗𝘐

Prolog Mekkah selalu punya cara membuat hati bergetar. Bukan hanya oleh lantunan adzan yang menggema dari Masjidil Haram, bukan pula oleh jutaan langkah yang berputar mengelilingi Ka'bah tanpa henti. Tapi oleh sesuatu yang tak pernah bisa dijelaskan-takdir yang Allah titipkan di antara doa dan air mata. Namaku Fadhlan. Aku seorang mutowif-memandu para tamu Allah yang datang dari berbagai negeri untuk menunaikan ibadah Umrah. Tugasku sederhana: membimbing mereka membaca niat, menuntun langkah mereka dalam thawaf dan sa'i, serta memastikan perjalanan ibadah itu lancar dan terjaga. Namun, dalam perjalanan yang lalu, tugasku berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Aku masih ingat saat pertama kali menatapnya. Seorang wanita muda, sederhana dalam balutan kerudung putih, tapi wajahnya memancarkan cahaya yang menenangkan. Senyumnya tipis, lembut, seperti doa yang dipanjatkan dalam diam. Ia datang bersama ibunya, meninggalkan ayah yang sedang sakit keras di tanah air. Namanya... Melati. Sembilan hari bersama rombongan Umrah seharusnya hanya meninggalkan kenangan singkat, sebagaimana biasanya. Tapi hari-hari itu menumbuhkan sesuatu yang berbeda. Sebuah perasaan yang anehnya, bukan mengganggu ibadahku, melainkan justru membuat setiap doa terasa lebih hidup. Namun, Allah punya cara sendiri menjaga rahasia-Nya. Ada kalanya doa yang kita panjatkan terasa menggantung di langit, tanpa jawaban. Ada kalanya cinta yang tumbuh justru diuji dengan jarak, waktu, dan keraguan. Dan aku... hanya bisa berserah. Kini setiap kali aku berdiri di hadapan Ka'bah, aku selalu mengingatnya. Wajah itu, senyum itu, doa-doanya. Entah di mana ia berada, entah bagaimana takdir menuliskannya. Yang kutahu, namanya tetap hidup dalam hatiku. Mutowifku tersayang... begitu ia pernah menyebutku dalam candanya. Sebuah panggilan yang sederhana, tapi cukup untuk membuat setiap langkahku terasa berarti.

Więcej szczegółów
WpActionLinkWytyczne Treści