Not An Ordinary Human

Not An Ordinary Human

  • WpView
    Reads 1,997
  • WpVote
    Votes 331
  • WpPart
    Parts 47
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 23, 2020
[SELESAI]. "Akhirnya selesai juga." Ucap Nadira teman sebangku gue sekaligus sahabat gue yang dari SMP sampai sekarang kami SMA. Dia anak yang pintar pemikirannya selalu tepat dan daya ingatnya perlu diacungi jempol. Selain pintar dia juga cantik parasnya mampu membuat laki-laki berdecak kagum. Dia memiliki keistimewaan yang sungguh luar biasa. Gue juga sebagai perempuan mengaguminya apalagi kaum adam. Jika seandainya Nadira mencari seorang laki-laki yang ditempatkan disisi nya pasti sudah berebutan. Tetapi Nadira sosok yang sulit jatuh cinta. Nadira Aulia itulah nama lengkapnya. "Fyuhhh." Gue ngehembusin nafas lega sedari tadi rasanya sesak sekali tugas belum selesai. "Sudah larut malam na,gue pamit pulang ya." "Ehh ta jangan pulang nginep aja di rumah gue." Tawar Nadira,gue tentu akan menolak karena gue tipekal cewe yang gak betahan di rumah orang. Mampir main aja paling lama 3 jam lah apalagi nginep pasti gue ngerengek tengah malam minta pulang. "Ngga na,gue mau pulang aja." "Emang lo berani pulang larut malam gini." Memang sekarang sudah menunjukan pukul 11.30 pasti jalanan sudah sepi membuat gue agak bergidik ngeri tapi mau tidak mau gue harus pulang dari pada nginep. "Beraniin aja,lagian kalo ada hantu gue masih bisa baca doa." Ucap gue so tenang. "Emang sahabat gue ini pemberani,tapi yang gue khawatirin itu be-gal." Nadira menekankan kata terakhir. "Ada tuhan kok yang lindungin gue. Gue pamit pulang ya." Akhirnya gue nancap gas motor dan berlalu pergi meninggalkan rumah Nadira. Jarak rumah Nadira sama gue itu cuma 2,5 kilometer dan mungkin kalau gue meninggikan kecepatan motor gue akan lebih cepat sampai rumah.
All Rights Reserved
#89
renata
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Essentialy Love (SELESAI)
  • I (Space) You
  • LOVE STORY QIANARRA
  • No Longer Mate
  • Is LOVE
  • Arsyilazka
  • Because I'm Stupid (End)
  • 𝑷𝒆𝒍𝒖𝒌𝒂𝒏 𝑺𝒂𝒂𝒕 𝑺𝒆𝒏𝒋𝒂  (𝙀𝙉𝘿)
  • My Destiny (Complete)
  • AL AL GANG [Complicated]

"Masih gak mau balikin?" Tanya seorang lelaki tampan dengan senyum sinis tipis nya. Disisi lain, seorang gadis terjepit diantara kedua tangan lelaki tersebut dengan pipi yang sudah merah merona dan wajah yang sudah tidak karuan, gadis itu menelan susah payah salivanya. "L-lo apa apaan sih?! Minggir, gue mau lewat!" Seru gadis tersebut sambil mendorong dada bidang lelaki tersebut. Tapi percuma, lelaki di depan nya ini tak sedikitpun berkutik. "Balikin dulu!" Gadis itu menarik nafas panjang sebelum menjawab, "Nih, ambil barang gak berguna lo" Setelahnya, gadis tersebut langsung menyerahkan sebuah handphone beserta headset kepada lelaki di depan nya. Sambil mendengus, gadis berambut kecoklatan itu mendorong kasar tubuh lelaki di depannya dan langsung berlari keluar kelas. 🍀🍀🍀 Bukan tentang seorang badboy yang bertemu seorang gadis populer yang cantik dan di kagumi oleh satu sekolah. Hanya saja, cerita ini mengajarkan untuk menghargai waktu yang ada. 🌸🌸🌸

More details
WpActionLinkContent Guidelines