[Selesai] Perfectly Imperfect

[Selesai] Perfectly Imperfect

  • WpView
    Reads 176,366
  • WpVote
    Votes 17,714
  • WpPart
    Parts 39
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 24, 2021
Sempurna. Bagaimana jika Nayyara Judistia Putri Hartadi menjadi perempuan yang paling sempurna bagi Javas? Javas Chatura Mavendra ada tiga hal mutlak yang dimiliki Javas. Pertama dia pria yang rupawan. Kedua dia mempunyai pikiran cemerlang. Ketiga dia menyandang nama Mavendra, sudah bisa dipastikan banyaknya uang yang tersimpan di rekening bank serta properti yang beratas namakannya. Javas manusia yang sempurna, begitu kata orang. Sesuatu yang sempurna harus berpasangan dengan kesempurnaan lain, itu juga kata orang mengenai Javas. Ternyata, kesempurnaan yang ada di mata Javas adalah perempuan biasa bagi sebagian orang, namun pusat dunia bagi Javas. Nayyara Judistia Putri Hartadi mempunyai kehidupan tidak biasa. Ada banyak hal yang menjadi luar biasa sejak Javas menyatakan cinta padanya. Nayyara mulai bertemu seseoarang yang baru yang menyadarkannya bahwa isi dari dunianya tidak hanya Javas Chatura Mavendra.
All Rights Reserved
#199
fiksidewasa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Not a Perfect Li(f)e
  • Radar Semesta
  • Malam Sendu di Akhir Sujud | TERBIT
  •  Holding you
  • Menunggu Takdir Yang Sempurna [Revisi]
  • PERFECT EACH OTHER
  • By Your Side | 2025
  • COMPLEMENT [END]

Kata orang-orang, Yulita itu sempurna. Terlahir dengan paras yang cantik, tubuh semampai nan aduhai, juga otak cemerlang. Dia mantap dipersunting oleh Fatih-lelaki tampan maksimal dengan karier gemilang yang menjadi incaran banyak perempuan-saat lelaki itu berada di puncak kejayaan. Tidak hanya itu, Yulita juga menjadi menantu kesayangan dan kebanggaan. Benarkah demikian? Bukankah tidak ada yang sempurna di dunia ini? Karena kesempurnaan mutlak kepunyaan-Nya. "Di tengah perjalanan, akan ada masanya kamu menunduk dan melihat ujung sepatumu yang tadinya begitu mengilat telah dikotori oleh debu. Tapi ... ini bukan tentang sepatu, apalagi debu." -Yulita Anggraini-

More details
WpActionLinkContent Guidelines