''Mal kamu punya saudara?'' tanya ku. Akmal terdiam dengan pertanyaan ku.
''Mal jawab? Tadi aku liat foto yang di sana, itu foto keluarga kamu kan, tapi kok ada dua anak laki laki nya? itu pasti saudara kamu kan? Cerit-'' Akmal menarik pergelangan tangan ku, spontan wajah ku langsung berhadapan dengan wajah Akmal. Mata nya merah, seperti sedang menahan emosi, dia terus menatapku dengan jarak yang begitu dekat, aku gugup cengkramannya di pergelangan tangan ku pun semakin kuat,
''Mal sa-kit '' rintih ku,aku hampir saja menangis karena Akmal terlalu keras mencengkramnya.
Seperti tersadar Akmal langsung melepaskan kan tangannya, dia menatap ku seperti merasa bersalah. Aku memegang pergelangan tangan ku, merah, dan itu terasa sangat sakit.
Akmal tertunduk, aku menatap nya.
''maaf Mal, aku salah ngomong yah, kalau kamu gak mau cerita juga gak pp kok. Maaf kalau tadi aku udah nginggung kamu'' aku merasa bersalah, seperti nya ada sesuatu yang di tutupi nya. Akmal masih diam dan terus menunduk.
''Mal aku minta ma-af'' Akmal tiba tiba saja memeluk ku. aku terdiam.
''maafin gue Ta, gue kebawa emosi'' lirih nya di telinga ku. aku hanya mengangguk dalam pelukan nya.
''Ta, bisa gak kita kayak gini sebentar lagi?'' pinta nya, aku hanya diam dan membiarkan dia memelukku. Jujur aku gak tau mau ngapain lagi. Akmal semakin erat memelukku, aku bisa merasakan detak jantung nya yang tak karuan, dan deru napas nya seperti orang yang menyimpan kesedihan. Entah lah aku hanya bisa diam tanpa mampu berkata kata kata lagi.
[New story]
All Rights Reserved