Jerit Tangis Sang Janin

Jerit Tangis Sang Janin

  • WpView
    Reads 579
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 9, 2019
WpInfo
Fiction
Mystery
Hanya cerita horor pendek 🙇 Ada yang berbeda dari dirinya sejak ia terbangun dari komanya, yaa Aima pernah mengalami koma selama 17 hari saat mengalami kecelakaan maut yang juga menewaskan ayah dan ibunya. Saat ia membuka matanya Aima melihat banyaknya asap hitam yang mengepul di dalam ruangannya saat itu yang dilakukan Aima hanya memejamkan matanya kembali karena ia pikir matanya bermasalah namun saat ia membuka matanya semua yang ia lihat tetap sama. Sejak saat itu ia mulai mengerti apa yang terjadi pada dirinya meski reaksi yang Aima lakukan adalah menjerit dan menangis terus menerus hingga dokter yang menanganinya memutuskan memberi obat penenang padanya. Hingga mata hitam pekatnya terhenti pada sebuah rumah papan yang berukuran minimalis, jantungnya semakin berdegup bahkan tangannya gemetar bukan karena cuaca yang dingin tapi karena suara-suara tangisan itu lebih terdengar jelas hingga saat pintu kayu rumah itu terbuka membuat matanya melebar dan menatap nanar kearah wanita renta yang berdiri didepan pintu dengan bayi-bayi mungil yang merangkak didekat kaki wanita tersebut.
All Rights Reserved
#468
kriminal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Susu untuk Bayi Gaib
  • "Bisikan Senior di Lorong Sunyi"
  • Dibalik Pintu [Bts Horor]
  • Hantu Naci Piuu! [END]
  • CLAREZO TRANSMIGRATION (Ending)
  • The Blood
  • Rumah Biasa : Akhir Datang Lebih Awal
  • Bayang Dibalik Hijab (Ending)

Sebuah kisah gelap tentang ambisi memiliki keturunan. Tini, ibu muda berusia 19 tahun, terpaksa menerima tawaran menjadi ibu susu di rumah Joglo mewah milik Nyonya Arini. Keputusan yang akan mengubah hidupnya selamanya. Di balik kemegahan ukiran kayu jati dan aroma melati yang memabukkan, tersimpan rahasia kelam tentang keluarga ningrat yang terobsesi memiliki keturunan. Saat Tini menyadari bahwa bayi yang harus disusuinya tak seperti bayi pada umumnya, ia sudah terlanjur terikat kontrak mistis yang tak bisa dibatalkan. Kisah horor Jawa ini akan membawa pembaca menyusuri lorong-lorong gelap rumah Joglo, menghadapi pertanyaan mengganggu tentang makna keibuan, dan harga yang harus dibayar untuk memenuhi tuntutan masyarakat akan kehadiran seorang anak. --- "Setiap wanita memiliki lukanya sendiri. Jangan tambah dalam dengan pertanyaan yang tak perlu, kapan punya anak?" Sebuah pengingat bahwa di balik senyum sopan dan jawaban klise "belum rejeki" dari mereka yang belum dikaruniai anak, mungkin tersimpan kepedihan dan pergulatan batin yang tak pernah kita pahami. Novel ini mengajak kita merefleksikan kembali sensitivitas dalam berinteraksi dengan sesama, terutama terkait isu kesuburan dan keibuan yang begitu personal. Dilarang menjiplak, mengambil sebagian scene ataupun membuatnya dalam bentuk tulisan lain ataupun video tanpa izin penulis. Jika melihat novel ini diplagiat, tolong lapor ke Ig/fb: @hayisaaaroon. Terima kasih, selamat membaca, semoga menghibur dan bermanfaat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines