Story cover for Class Number One  by AndrianFaras
Class Number One
  • WpView
    Reads 6,964
  • WpVote
    Votes 543
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 6,964
  • WpVote
    Votes 543
  • WpPart
    Parts 5
Ongoing, First published Sep 21, 2019
Hanya kisah tetang anak anak kelas Number One, diamana mereka nomer satu dalam kerusuhan, kepintaran serta kelas nomer satu paling nyeleneh.












#Meskipun kenyataannya tak berakhir bahagia, akan ku buat kebahagian itu datang meskipun hanya di dalam sebuah cerita.

#Mungkin aku tak memilikinya di sisiku tapi tak masalah, aku masih memiliki kenangan tentangnya di hati dan fikiranku, semoga ia tau itu.




Kisa kita mungkin berakhir begitu saja, tapi kisah ini takkan berakhir sama.




_untuk dia yang ada di sana.
All Rights Reserved
Sign up to add Class Number One to your library and receive updates
or
#2songjiyang
Content Guidelines
You may also like
[END] Aku menculik No. 1 di Kelas (Rebirth) by Rvbysky
59 parts Complete
Penulis: Yunqing | 59 Bab END Dalam sebuah kecelakaan mobil, Lin Xiaoyan kembali ke tempat di mana bajingan itu mengaku padanya pada usia 17 tahun, dan kemalangannya dimulai. Melihat bajingan yang mempengaruhi ujian masuk perguruan tinggi dan mawar merah menyala di tangannya, Lin Xiaoyan terkekeh dan berkata, "Keluar." Untuk mengikuti ujian masuk perguruan tinggi dengan baik, Lin Xiaoyan belajar keras sambil menghindari pria bajingan itu, dan mencari jejak mantan suaminya. Begitu berada di kelas pendidikan jasmani, bocah bajingan itu menolak untuk menyerah dan mengaku kepada Lin Xiaoyan lagi. Lin Xiaoyan tidak tahan lagi, dan dengan santai menunjuk ke kelas berikutnya: "Aku menyukainya, kamu tidak punya kesempatan!" Siswa pindahan di kelas berikutnya berbalik ... Lin Xiaoyan: "woc! Suami!" Bajingan & semua teman sekelas: "Aku terpana.jpg" Ujung telinga siswa pindahan yang tenang sedikit merah: "Dia, kenapa dia menatapku... Apakah dia mengetahui bahwa aku naksir dia?" Teater 1: Setelah ujian tengah semester, Lin Xiaoyan di Kelas 5 kehilangan peringkat satunya, dan siswa di Kelas 5 melangkah maju ke kenyamanan: "Saudari Yan, jangan khawatir, bahkan jika kamu bukan yang pertama di kelas, kamu masih saudari Yan kita!" "Tidak apa-apa," kata Lin Xiaoyan dan Han Quandu saling terkait, "Aku menculik siswa Peringkat satu dari Kelas 4." Siswa Kelas 5 & Kelas 4: "Makanan anjing yang dingin ditampar secara acak di wajah.jpg" Teater kecil : Xiaoyan sering bertanya-tanya bagaimana pria seperti Han Quandu, yang terlihat seperti pria lurus dari baja, berhasil menyusulnya. Han Quandu berpikir selama dua detik ... "Tangkap dia dengan cinta." Lin Xiaoyan: "..." Sebenarnya, setiap langkah, setiap langkah direncanakan. Sastra kampus, sedikit hiburan, cinta pertama ganda, Su Shuangtian.
You may also like
Slide 1 of 10
Remember Me As A Time of Day✅ cover
AILAH(END)✅ cover
ALONENESS cover
Cassandra✔✔ cover
Nuraga || He Xinlong [COMPLETE ✔] cover
𝐢𝐧𝐜𝐨𝐦𝐩𝐥𝐞𝐭𝐢𝐨𝐧 || 𝐬𝐨𝐨𝐧𝐡𝐨𝐨𝐧 [𝐞𝐧𝐝] cover
My STEPBROTHER X Na Jaemin cover
After Met Him [END] cover
[END] Aku menculik No. 1 di Kelas (Rebirth) cover
TIAP-TIAP PUNYA MASING MASING cover

Remember Me As A Time of Day✅

54 parts Complete

Tidakkah kau rasakan waktu berlalu begitu cepat? Ia hampir saja membuatku melupakan satu hal yang paling menyakitkan tentang dirimu. Tentang kau yang tiba-tiba hilang seakan ditelan bumi. Tentang lenyapnya impian yang pernah kita rangkai bersama. Hidup bahagia dalam bahtera rumah tangga. Dan membangun sebuah keluarga kecil yang bahagia. Bahkan semua itu telah kita susun sedemikian apik dan terlaksana sesuai harapan. Namun ternyata kenyataan menamparku dengan kepergianmu. Kehidupan kita yang aku damba-dambakan sekarang hanya menjadi sebatas imajinasi. Sejak kepergianmu tak ada satu haripun yang aku lewati tanpa memikirkanmu Berulang kali ku paksa memoriku untuk memutar deretan hari yang kita lewati bersama kedua buah hati kita sebelum kepergianmu itu, berharap aku bisa menemukan jawaban atas semua pertanyaan-pertanyaan yang menghantuiku. Namun tak ada satupun dari rentetan kenangan itu yang menjawab kegelisahanku. Sampai akhirnya waktu, benar membuatku terbiasa. Mencoba menghapus semuanya meski seringkali dadaku sesak karena tangis yang tak bisa kulepas. Dan kini sudah dua tahun kisah kita berakhir tanpa kata pisah Dan takdir seolah mempermainkanku dengan mempertemukan kita kembali secara tidak sengaja Kau masih sama, tidak ada yang berubah Kau masih seperti sosok yang dulu membuatku jatuh hati Tapi yang membuatku terpukul adalah Tuhan merenggut ingatanmu.