KALOPSIA

KALOPSIA

  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 29, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Ketika aku bertemu denganmu, mengenal pribadimu, dan mulai mengerti arti sebuah rindu. Ketika aku perlahan belajar untuk menerima segala kekuranganmu. Belajar ikhlas untuk saling menguatkan walaupun jarak tengah membelenggu. Tapi .. Apakah kamu benar ada untukku? Apakah kamu melakukan hal yang sama sepertiku? Ataukah hanya aku saja yang berjuang? Bagaimana jika kamu tengah membodohiku atau aku yang sadar dan berupaya pura-pura tak tahu apa-apa. Apakah semua cerita ini hanyalah delusiku? Apa benar semua ini hanya aku yang merasakan? Lalu apa sebenarnya yang kurasakan? Bayang-bayang itu terlalu indah jika sekedar menjadi luapan emosi tak kasat mata. Tapi aku yakin satu hal, perasaanku ini bukanlah sesuatu yang mengada-ada. Aku ada. Kamupun ada. Kita menjadi ada. Namun kita kalah dengan emosi di balik masing-masing jiwa yang sayangnya kuhiraukan keberadaannya. Ia adalah ego kita. Maka jika apa yang kurasa hanya delusi semata, aku bersyukur karena telah hanyut pada arus sebuah proses bernama jatuh cinta. -Melody Prameswari kalopsia: delusi tentang sesuatu lebih indah dari kenyataan. Jun, 2020
All Rights Reserved
#632
dingin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Junior My Love ✔️
  • Gadis Senja
  • Senja Dan Jingga
  • GERISA [END]
  • Y & W [END]
  • 𝐋𝐚𝐤𝐬𝐚𝐧𝐚 𝐁𝐢𝐧𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐌𝐞𝐫𝐞𝐝𝐮𝐩 (𝐓𝐚𝐦𝐚𝐭)✔️
  • RINDU DI PENGHUJUNG SENJA
  • CARAPHERNELIA
  • Laskar Jingga
  • Cerita Tentang Zeeya

Ku tulis sebuah pengakuan Tentang kerinduan yang masih membungkam Masih terasa nyata meski rupanya sudah terlalu fana Coretan kehampaan diri masih melekat Menggambarkan apa yang sudah terlalu sesat Namun tak mau pergi dan masih berkarat Ku tuai sebuah rasa yang beralih duka Mengajarkan diri, bahwa yang bukan jalannya akan pergi sesuai alurnya Kesadaran diri yang memapah langkah untuk beralih Berdamai dengan kenyataan Bahwa yang ada akan tiada pada masanya 🌹Typo masih banyak karena belum di revisi🌹

More details
WpActionLinkContent Guidelines