Untukmu (On Going)

Untukmu (On Going)

  • WpView
    Reads 1,461
  • WpVote
    Votes 1,051
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 30, 2020
Aku tak pernah menyangka, orang yang sangat dekat denganku kini berubah menjadi phsycopat bagiku. -Mifta Irana Sheryn- Jangan pikir masa lalu bisa ku lupakan dengan mudah. Itu tak akan pernah terjadi, dan sekarang akan ku balaskan dendamku yang sempat tertunda. -Nira Denia- SO, BUAT KALIAN YANG PENASARAN BACA SAMPAI AKHIR YAA!!😉 Cerita ini aku buat saat aku masih belajar menulis cerita. Jadi jangan heran kalau penulisannya tidak sesuai dengan EYD atau typo bertebaran😂
All Rights Reserved
#880
perjuangan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hujan dan Sebuket Dandelion
  • Pe(luka)n ✔ [NEW]
  • Antagonis 2 (END)
  • Kisah Ku  [ END ]
  • ME, YOU, & FOOTBALL [Tamat] || REVISI
  • First Place In My Heart
  • MY MJ (End)
  • My Best Friend Becomes Love
  • Indah pada waktunya☆

Ini tentang keluarga. Juga tentang hujan yang indah. Seperti halnya Naradra Carolina Abastra. Penyuka kaos oversize juga celana training yang sedikit kepanjangan. Gadis biasa-biasa saja dengan rambut panjangnya yang tergerai bebas. Ketika rintik-rintik hujan saling berjatuhan hingga berubah deras. Dia selalu ada untuk melihatnya menyambut bumi. Menciptakan suara melodi yang indah, dibalik awan gelap. Begitu juga dengan bunga dandelion, indah dengan caranya sendiri. Terbang bebas tanpa takut terlihat berbeda. Karena itu Nara suka dengan keduanya. Namun kekakuannya hanya satu, yakni seorang Damantara Gusti Pangestu. Lelaki dengan rambut kecoklatan dan kacamata bulat yang bertengger sempurna menghiasi wajahnya. Bukan laki-laki culun juga berandal. Gusti selalu berhasil menjungkir balikkan hatinya. Dengan mata hitamnya yang memikat. Sayangnya, dia bergerak untuk sebuah rahasia kelam. Namun, jika waktu terus mengikis rahasia yang selama ini mereka tutup. Apakah Tuhan masih memberi kesempatan untuk bersama? Atau justru mereka sendiri yang akan pergi, meninggalkan jejak yang kian dalam? __________________________________________________ Gusti menghela napas. "Mau tau sesuatu?" matanya menatapku begitu serius. "Sesuatu?" Laki-laki itu mengangguk. "Tentang semua ini, yang mungkin buat lo risi?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines