AL BASHIIR

AL BASHIIR

  • WpView
    Reads 135
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 5, 2020
Bashiir , anak tuna netra yang tidak bisa melihat yang memiliki suara indah saat dirinya mengaji. Sebuah takdir membawanya ke sebuah kota besar. Dirinya yang hanya tinggal disebuah kaki gunung yang bahkan tidak pernah ada seorang pun dari luar kota menginjakkan kakinya kedesanya. Takdir membawanya kekehidupan baru saat pemuda baik datang kedesanya. Menjalani hari - harinya yang baru dengan seorang pemuda yang baru dikenalnya. Bagaimanakah kisah Bashiir dengan segala hal baru yang ia temukan dikota besar dan tinggal disebuah pondok yang dihuni ratusan anak yang memiliki keterbatasan fisik yang berbeda?
All Rights Reserved
#247
tunanetra
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Dalam Iman
  • Gus Dan Gadis Bunga (End)
  • Pertemuan Dibalik Skenario Takdir Allah
  • Uhibbuka Fillah Gus [END]
  • Raden Aluna | END
  • Mengejar Cinta Halalmu
  • Arwa'ul Qulub (BERSAMBUNG)
  • Menikahinya Dalam Diam (On Going)
  • SIRAT DUA SURGA

Azha tidak pernah menyangka bahwa langkah pertamanya di pesantren akan mempertemukannya dengan Muaz-santri yang dingin, pendiam, dan selalu terlihat serius dengan hafalannya. Sejak awal, mereka berada di dunia yang berbeda. Muaz sibuk dengan hafalannya, sedangkan Azha berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Namun, takdir selalu punya cara unik untuk mempertemukan dua orang yang seharusnya berjalan di jalur masing-masing. Tatapan yang tak sengaja, pertemuan di tempat yang tak terduga, hingga percakapan-percakapan kecil yang membuat Azha menyadari bahwa Muaz tidak sekeras yang terlihat. Di antara hafalan dan kesibukan pesantren, Azha mulai memahami bahwa ada jeda di antara mereka-sesuatu yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Jeda itu bisa berupa harapan, doa, atau bahkan perasaan yang perlahan tumbuh namun tak bisa diungkapkan. Tapi ketika waktu mulai memisahkan mereka, Azha dan Muaz harus menghadapi kenyataan bahwa tidak semua perasaan bisa menemukan jalannya sendiri. Apakah keduanya akan tetap berada di jalur masing-masing, ataukah takdir akan membawa mereka kembali bertemu di titik yang sama? Sebuah kisah tentang perasaan yang terpendam, tentang ketulusan dalam diam, dan tentang bagaimana Allah selalu punya rencana terbaik di setiap jeda yang tercipta. 🕐 UPDATE SETIAP SELASA & MINGGU

More details
WpActionLinkContent Guidelines