Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.
I'm Problems

I'm Problems

  • WpView
    Reads 51
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing19m
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 4, 2019
"Mau kemana?" Intonasi suara itu tak pernah berubah, selalu saja datar. Tapi anehnya aku selalu kaget jika mendengarnya. "Mau kabur pak." Ucapku spontan. Ah, dasar mulutku ini lainkali harus dibelikan penyaring terlebih dahulu. "Ralat, maksudanya kedewan guru pak." Aku meringis merutuki kebodohanku "Kamu..." Mata itu menelisik dari atas sampai keujung kaki seolah menyelediki seoarang penjahat kelas kakap. "Saya tahu kok hari ini saya cantiknya kurang maksimal, tadi dijalan make up saya luntur." Mulutku tidak bisa diam berkomentar, "Bapak juga tampan kok hari ini, mirip lee min hoo." Aku menepuk keningku menyadari betapa bodohnya aku menawarkan diri menjadi santapan singa. "Kamu siswi yang terlambat tadi, bukan? Lalu menyuap satpam penjaga gerbang sekolah!" "Bukan, pak! Maaf saya permisi dulu soalnya sudah ditunggu oleh ibu diana." Aku memotong percakapan sebelum merambah kemana-mana dan memojokkanku "Ya sudah, kamu temui ibu diana selepas itu temui saya diruangan saya." Ucapnya penuh penekanan disetiap kata "I-ya" Aku tergagu menatap kepergiannya, "Tamatlah aku!" Aku meringis lalu menoyor kepalaku sendiri saking kesalnya. ******* "Kamu itu biangnya masalah! Jadi, tugasku adalah menjaminmu agar selamat. Paham?!" Katanya, aku tersipu malu. "Jadi, bapak akan 24 jam menjaga saya?" "I-ya, tidak!" "Iya atau tidak?" Aku mempersingkat jarak kami membuatnya salah tingkah. ******* "Putri, tadi kak randi datang kekelas kita" Ucap melia antusias dengan mata berbinar-binar "Hm, iya . Tadi udah ketemu kok di jalan" "Kayaknya kak randi suka kamu, loh" "Hahahaha, kamu kalau mau ngomong disaring dulu! kalau ada yang dengar bisa bahaya, kamu sendiri tahulah kak randi itu bagaimana? Kasta kami itu beda jauh, seperti bumi dan langit." "Loh, apa salahnya? Kamu kan juga anak orang....ehm..ehm..ehm" Aku lekas-lekas membekap mulut rempong sahabatku ini sebelum dia melanjutkan tausiahnya dan membeberkan segalanya. *****
All Rights Reserved
#80
ldr
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Inquilab (Complete ✅)
  • 𝗘𝗣𝗛𝗘𝗠𝗘𝗥𝗔𝗟 | ☆ TBHK/JSHK x READER
  • My Mafia Stepbrothers (BTS FF)
  • Adesewa the pregnant corper
  • Tu woh chaand
  • Promises That We will Keep
  • LET ME HATE YOU
  • Meant to be together | 18+

"Just tell me that it was all a misunderstanding!" Unhone dard bhari awaz mein pucha, aur bebasi unki awaz mein saf sunai de rahi thi jisne mera dil kachod kar rakh diya. "Please, I am begging you." Yeh alfaaz jaise teeron ki tarah seedha dil ke paar ho gaye. Unki awaaz ki dard bhari kapkapahat, unki aankhon ki nami, aur woh bebasi jo unke har shabd ke saath aur gehri hoti ja rahi thi-sab kuch mujhe tod raha tha. Meri saanson ki raftaar tez ho gayi. Maine apni aankhein band kar li, jaise agar maine unki taraf dekha toh apne jazbaat par kabu na rakh paungi. Lekin meri chup, meri khamoshi, unke sawalon ka jawab de chuki thi. Aur shayad yehi jawab unke dil ko sabse zyada chot pahuncha gaya. Ek lamba sannata chha gaya. Main bas unki saans lene ki awaz sun sakti thi-tez, bechain, aur dukh se bhari hui. "Was that all a lie?" Unki awaaz ab ek kanpate hue ilzaam ki tarah lagi. "Did you never love me? Not even for a moment?" Meri ungliyan meri dupatte ko bechaini se muthhi mein jakkar rakhne lagi. Main unse aankhein nahi mila paayi. Phir unhone woh shabd kahe jo mujhe meri hi nazron mein gira gaye. "Was this marriage also a part of your plan?" Ab ki baar, unki awaaz mein sirf dukh nahi, ek toot chuki rooh ki goonj thi. Jaise har umeed, har yakeen, har pyaar ek pal mein bikhar gaya ho.

More details
WpActionLinkContent Guidelines