Daddy! || Han Seungwoo

Daddy! || Han Seungwoo

  • WpView
    Reads 1,019
  • WpVote
    Votes 114
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 6, 2020
WpInfo
Fanfic
BTS
[Bahasa Baku] "Daddy! Aku ingin Mommy!" David Han, Seorang Anak Laki-laki berusia 6 Tahun yang memiliki sifat dingin seperti Ayahnya yang harus hidup tanpa mengenal kasih sayang Seorang Ibu. "Dave, Diamlah, Daddy sibuk.. berhenti merengek meminta Mommy" Seungwoo Han, Seorang Pria dewasa berusia 28 Tahun, Ayah dari David Han, Seorang Workaholic, CEO Nomor 1 Di Korea Selatan. Publik hanya menanyakan dimana Istrinya, Ibu dari Putranya, Yaitu David Han.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HOT DADDY 1 (TAMAT)
  • Cinta yang tak terduga [HeeHoon]
  • My Devil Husband || Choi Seungcheol
  • I'm Your Daddy || Lee Sangyeon✔️
  • Daddy J | Jung Jaehyun ✓
  • Good Daddy
  • THE KIM'S | SEUNCAT AND HIS FAMILY STORY |
  • CURE 💝

WARNING!! 21+ "Besok umur mu sudah 6 tahun, sayang. Apa yang kamu inginkan dari Daddy?" Edwin berjongkok di depan putra kebanggaannya. Miko, anak laki-laki itu menatap Daddy nya malas. Dia meletakkan heandpone mahal yang Daddy nya belikan sewaktu dia berulang tahun yang ke 5 dulu. "Tentu bukan robot yang bisa berjalan, ataupun liburan ke luar negeri." Jawab Miko, dingin. "Lalu?" Edwin menautkan kedua alisnya, pertanda bahwa dia tidak mengerti dengan ucapan putranya. "Bisakah Daddy memberikan aku seorang ibu? Aku ingin seperti teman-teman ku yang ketika berangkat dan pulang sekolah di jemput oleh kedua orang tuanya." Miko menatap Edwin dengan tatapan memohon. "Kenapa diam? Sudah aku tebak, Daddy tidak bisa mengabulkan permintaan ku itu. Tapi kenapa? Apa karena aku nakal? Apa karena nilai ku matematik jelek? Aku bisa perbaiki itu, Dad." Kali ini Miko benar-benar menangis. "Maafkan Daddy, sayang. Daddy..." Miko berlari ke kamarnya. Sedangkan Edwin tertunduk di depan ruang keluarga. Sudah sekian kali anaknya meminta seorang ibu. Namun dirinya masih tidak bisa memberikannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines