Mr. Troublemaker -kth

Mr. Troublemaker -kth

  • WpView
    Reads 83
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 3, 2020
"mau ga jadi pacar gue? Gue yakin Lo bakal bahagia kalau sama gue." -Alvin Vee Jareda "No! Gue ga mau sama cowok kayak Lo. Standar gue tinggi ga selevel sama Lo." -Reyna Anastasya --- Dua hal di dunia ini yang di benci Reyna. Satu HIDUPNYA dan yang kedua sesosok pria menyebalkan di muka bumi. ALVIN VEE JAREDA. Cowok tampan, tinggi, putih. Tapi baginya tidak. Ia hanyalah cowok jelek, dingin, nakal, dan playboy. Bagaimana jika dua insan tersebut disatukan dalam satu ikatan? Apakah mereka bisa bersama? Atau memilih pergi dengan hidup masing-masing? [Slow update]
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CUDDLE
  • Scenery | KTH
  • NOT TRUE  TAEKOOK // VKOOK (END)
  • NGEBABU-KTH [END]
  • STITCHES
  • Pacaran √ tk
  • Antara Pagar dan Perasaan
  • Friends Without Bondaries | BTS KookV [COMPLETE]
  • Take Two || taekook (Discontinue)
  • Psychopathic Bad Boy [HIATUS]
CUDDLE

"Waah, hadiah di pertemuan pertama dengan satu tamparan, bukankah ini keterlaluan," racau Vee. "Harusnya kau menciumku, atau bagaimana kalau kita di ranjang saja, bukankah kau ahli untuk urusan seperi itu, Nona Rose?" Rose tercekat bagai menelan duri, ditatapnya nanar pria di depannya, ada apa ini, bagaimana pun Rose dapat menyaksikan betapa frustasinya seorang Vee Kanesh Bellamy, disamping perkataan ngawurnya, Rose melihat kedalam kelam matanya yang terlihat menyimpan beribu kegelisahan, Rose sangat mengenal Vee, namun perkataan yang baru saja diterimanya sangat menyakitkan. Rose ingin menimpali, namun Vee lebih mendahului. "Aku dengar kau kembali dengan putrimu, aah apakah itu hasil pegulatanmu yang menjijikkan dengan si Jeffry, atau kah dengan pria lain diluar sana?" Lagi, Rose merasakan panas di telapak tangannya yang baru saja hinggap di pipi tirus si pria, ia tidak pernah membayangkan sedikitpun kata-kata bak belati yang perih saat menyayat seluruh tubuhnya itu keluar dari mulut orang yang paling dicintainya namun, detik ini juga, orang itu adalah orang yang paling di bencinya. "Jangan bicara lebih atau kau akan menyesal di setiap ucapanmu, dan saat itu terjadi, aku pastikan kau tidak akan mendapatkan apa-apa walau kau mencoba sujud sekalipun," ucap Rose dingin menatap sengit pria yang masih menampilkan tingkah angkuhnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines