Hanya Sepintas

Hanya Sepintas

  • WpView
    Reads 980
  • WpVote
    Votes 164
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 3, 2019
Dia adalah Safiya, seorang calon mahasiswi yang sudah pernah mengalami pahit manisnya kehidupan, ditolak perguruan tinggi negeri sana-sini maupun kedinasan, dan berakhir di perguruan tinggi swasta di Surabaya. Namun, segala kegagalan tak pernah menyurutkan semangatnya, ternyata di tempat baru itulah ia bertemu dengan seseorang baru. Seseorang yang menoreh kenangan manis di dalam ingatannya. 'Aku bersyukur pernah mengenalmu sejauh ini Kak. Tapi sepertinya cukup, hatiku harus berhenti berharap dan menyukaimu dalam diam' ~Safiya.
All Rights Reserved
#3
duniakuliah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Elegi Rasa : Pergi
  • Our Times (Completed)
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Possesive Playboy
  • INFINITY
  • Ruang Biasa
  • DRABIA [END]
  • PACARNYA BOO (Sudah Terbit)
  • Disaster In Feelings
  • EPIPHANY

Kadang menjadi begitu terlambat menyadari sesuatu akan membekaskan rasa sakit yang tak lekang oleh waktu. Saat cerita yang kelewat singkat dilalui menghantarkan pada sakit yang menghantui. Safir sudah merasakannya. Dua kali dalam hidup ia seperti dipermainkan rasa. Nila yang tak mau melihat. Dan Bianca yang pergi pada sesuatu yang tak terlihat. Ketika sepi melanda. Bukannya pada dunia yang luas, hanya pada dunianya sendiri yang tiba-tiba runtuh. Safir merasa begitu buruk di mata Bianca. Merasa begitu lelah di hadapan Nila. Dan malam itu, harusnya ia berusaha lebih keras. Saat si gadis berkata, "Aku pamit pulang, ya." Harusnya Safir membujuk lebih tegas. "Biar aku yang antar." Kenyataannya, Safir menjadi begitu terlambat. Saat rasa itu mulai tertambat. Hatinya justru sakit tanpa ada yang membebat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines