Hanya Sepintas

Hanya Sepintas

  • WpView
    Membaca 974
  • WpVote
    Vote 164
  • WpPart
    Bab 31
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Nov 3, 2019
Dia adalah Safiya, seorang calon mahasiswi yang sudah pernah mengalami pahit manisnya kehidupan, ditolak perguruan tinggi negeri sana-sini maupun kedinasan, dan berakhir di perguruan tinggi swasta di Surabaya. Namun, segala kegagalan tak pernah menyurutkan semangatnya, ternyata di tempat baru itulah ia bertemu dengan seseorang baru. Seseorang yang menoreh kenangan manis di dalam ingatannya. 'Aku bersyukur pernah mengenalmu sejauh ini Kak. Tapi sepertinya cukup, hatiku harus berhenti berharap dan menyukaimu dalam diam' ~Safiya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#519
teenlove
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Nissa & Nathan (COMPLETED)
  • PACARNYA BOO (Sudah Terbit)
  • INFINITY
  • Disaster In Feelings
  • SECRET OF LOVE [SELESAI]
  • Skripsi Pengantar Cinta  [TERBIT] ✓
  • Our Times (Completed)
  • DRABIA [END]
  • EPIPHANY

(TAHAP REVISI) Nissa adalah siswi kelas XI IPA1 yang menyukai Nathan. Teman sekelas sekaligus The Most Wanted Boy SMA Bintang Mandiri. Berbagai hinaan dan cacian yang ia dapatkan tidak dipedulikannya, karena baginya yang terpenting adalah mendapatkan cinta seorang Nathan Lamborghini Tara. Semua berjalan mulus hingga seseorang di masa lalu Nissa datang disaat saat ia sudah lelah dengan semua perjuangannya. *** "Lo itu murahan atau apa, sih? Udah berapa kali gue bilang, jangan pernah deketin gue lagi. Lo budeg atau tuli, sih?" Nathan berucap ketus seraya menatap wajah perempuan yang sedang menunduk didepannya. "Huuu," sorak siswa siswi yang berada disana. "Gue emang udah tuli gara gara lo, tapi gue bukan murahan," Nissa menjeda sebentar. "Lo bilang gue pengganggu? Gue cuma pengen dapetin hati lo, apa itu sulit?" "Tapi gue enggak suka sama lo. Lo cuma pengganggu di hidup gue," Nissa tersenyum getir. "Gue pengganggu?" tanya Nissa dengan suara bergetar. "Fine, mulai sekarang gue gabakal ganggu lo lagi." Hati Nathan terasa tidak rela mendengar itu. Ia terus menatap langkah Nissa yang berjalan semakin jauh didepannya.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan