Kekasih Hatimu (Wildan dan Ria Ricis)

Kekasih Hatimu (Wildan dan Ria Ricis)

  • WpView
    LECTURAS 1,217,315
  • WpVote
    Votos 28,632
  • WpPart
    Partes 114
WpMetadataReadConcluida lun, jul 6, 2020
WpInfo
Fanfic
Kebersamaan dalam suka duka mengantarkan dua sosok pejuang youtube kepada keterpaduan dua hati. Banyak sekali aral melintang ketika hubungan mereka semakin terbaca. "Meskipun aku hanya editor dan kameramen mu, aku tulus mencintaimu, Umi." "Kamu masih muda, Wildan. Umur kita terpaut cukup jauh. Aku lebih tua darimu empat tahun." "Bagiku usia bukan masalah, yang penting hati kita mau berjuang untuk selalu dan tetap sama-sama. Tolong pikirkanlah rasaku ini." "Ok, lets see, sampai dimana kamu mau berjuang untuk ku." Senyum merekah di wajah tampan Wildan. "I Will, because I am Wildan Alamsyah...SAH.. " Ricis pun tersenyum manis.
Todos los derechos reservados
#8
timricis
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Rasa Yang Menerka | 3DZia
  • (N)ever Be Real [END]
  • Kita Di Ujung Kata | 3DZia
  • Hilang || HARUTO (Short story) [END]
  • R A V A N I A  [ SEGERA TERBIT ]
  • Zia (PRE ORDER)
  • FRIENDzone (Completed)
  • SeLYna🍂
  • RINDU DALAM DO'A || Wildan X Ricis

"Kata orang, tertawa yang membuat kita bahagia, tetapi kenapa justru luka yang hadir setelahnya?" Di balik channel bernama 3DZia, tersembunyi dunia empat insan absurd: Danu, Devan, Davin, dan Zia. Persahabatan mereka mengalir tanpa sekat, hingga akhirnya memutuskan berlayar di lautan Youtube-menertawakan dunia, dan ditertawakan kembali. Zia, satu-satunya bunga di antara tiga duri, selalu tampak bersinar. Ia dipuja layaknya ratu sejak sebelas tahun lalu, jadi pusat perhatian para viewers, jadi alasan tawa muncul di layar. Namun, tak ada yang tahu bahwa di balik senyum manis dan gelak tawa yang tertangkap kamera, tersimpan luka yang tak pernah sembuh. Ia menjahit perihnya dengan lelucon, menambal sunyi dengan sapaan ceria. Tapi sejatinya, senyum itu bukan bentuk kebahagiaan-melainkan pertahanan. 'Jangan lupa bahagia!' adalah slogan Zia, tetapi dirinya justru memilih tinggal bersama luka. Bagian pertama dari trilogi 3DZia TERBIT DI PENERBIT GLORIOUS PUBLISHER PADA TAHUN 2020 DI POSTING ULANG DI AKUN INI PADA TAHUN 2024 SETELAH HABIS KONTRAK ©Copyright Arinakhai 2020

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido