We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
HIDDEN FEEL

HIDDEN FEEL

  • WpView
    Reads 214
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadComplete Tue, Sep 1, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Waaww... Ternyata selama ini, setelah 7 tahun.. Kamu, kamu.. El ini loh, ku peluk dengan erat dan sebuah air mata kebahagiaan menetes membajiri pipiku, sebuah dekapan yang begitu lebih erat tangan panjangnya mengelus rambutku sambil menunduk menghadap ke samping wajahku dan berkata " Iya". Sebuah jawaban singkat tapi sangat bermakna bagiku dan jawaban atas semua kerinduan tentang sahabat kecilku. El.. Lo dateng kembali, lo ga ingkar janji dulu waktu lo mau barcelona. El gw kangen banget sama loh, jangan tinggalin gw lagi ya. Lo masih mau jadi sahabat gue kan? Kata yang terlontar dari mulut dari mulut Ayla kemudian di jawab Azrael dengan lembut di depan wajah Ayla "Gw gak akan ninggalin lo lagi, gw juga gak akan jadi sahabat baik loh lagi." Jawaban tersebut membuat hati Ayla hancur berkeping keping, saat Azrael berhenti sejenak dengan katanya dan meletakan jarinya telunjuknya di bibir Ayla ketika Ayla hendak menjawab. Kemudian Azrael melanjutkan kata katanya " Tapi gw bakal jadi temen hidup loh". Jawaban tersebut membuat Ayla bergetar dan bingung hanya dapat memandan ke atas tubuh jakung Azrael. Kehadiran sahabat kecilku menjadikan hidupku lebih berwarna, entah apa ini tapi rasanya lebih nyaman, tenang dan berwarna. Entah mengapa aku seperti ini, heran dengam diriku sendiri, d8a sahabatku mana mungkin aku menyukainya...??
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FARZAA
  • NATHA: AFTER SHE GO || ON GOING
  • Impossible
  • Because I'm Stupid (End)
  • TENTANG SEPASANG
  • DAKSA [END]
  • RAVASYA [END]
  • No Longer Mate
  • 𝑷𝒆𝒍𝒖𝒌𝒂𝒏 𝑺𝒂𝒂𝒕 𝑺𝒆𝒏𝒋𝒂  (𝙀𝙉𝘿)
FARZAA

"Kenapa di nama panggilan lo, huruf 'A' yang terakhirnya ada dua?", kata gadis itu sambil menengok orang yang ditanyanya barusan, yang kini tengah berada di sampingnya. Ia sempat kaget dengan pertanyaan yang dilontarkan gadis yang berada di sampingnya itu. Pasalnya hanya dia yang memerhatikan namanya dan berani bertanya kepadanya. "Ngapain lo mikirin nama gue? Gak penting banget." Jawab Farzaa akhirnya, tanpa melihat ke arah lawan bicaranya. Gue pokoknya harus tahu, guamamnya dalam hati. "Eh iya sih, yang penting kan, kita bisa menghasilkan uang, kita punya uang, dan kita juga bisa menikmati uang kita." gadis itu tertawa sebelum mengucapkan kalimatnya yang baru ia lontarkan. Ia sungguh tidak percaya dengan apa yang ia dengar dari gadis itu barusan, tapi ia bersikap seolah biasa saja dan berkata "Gak semua orang bahagia karena uang. Dan gak seharusnya juga lo terus jadiin seolah-olah uang adalah segalanya dan uang sebagai pemeran utama dalam kehidupan lo". Gue harus ubah cara pikir lo, batinnya. Sebelum gadis itu menjawab, ia melanjutkan perkataannya. "Uang itu salah satunya. Bukan satu-satunya", ia tersenyum dan berbicara setenang mungkin. "Lalu apa?", balasnya dengan gugup setelah mendengar penuturan laki-laki di sampingnya, yang ia sendiri tidak menyangka tanggapannya akan seperti itu. "..."

More details
WpActionLinkContent Guidelines