Fleurs
  • WpView
    Reads 64
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 3, 2019
Sejenak aku kembali akan ingatan masa lalu, sebuah rekaman ingatan yang mengubahku menjadi seperti sekarang laki -laki yang kurang tertarik dengan perempuan termasuk perasaan. Sejujurnya ingatan ini sangat ingin kuhilangkan karna membuatku cukup sulit untuk membuka lembaran baru termasuk membuka hati untuk orang lain, namun pada suatu hari di tangga sekolah sebuah panggilan dari seorang yang belum pernah ku jumpai sebelumnya, panggilan nya yang khas hingga detik ini masih ku ingat, sebuah panggilan yang juga bagian dari hidupku, bagian dari cerita ku, bagian dari seorang yang kerap disapa Rafa
All Rights Reserved
#453
remajafiksi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dishana (End)
  • Endless Summer [TAHAP REVISI]
  • LUKA [END]
  • ALFA [selesai]
  • Lantas (END)
  • BREATHE
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • AILY DAILY
  • Because | ft. MARKLEE✔[ON GOING]
  • SELENOPHILIE [END]

Ini tentang Dishana, perempuan yang memiliki nama ambigu sehingga sering menimbulkan kesalahpahaman. Ini juga tentang di sana, dimana yang terlihat tertawa belum tentu bahagia, menangis belum tentu menderita. Dishana, di sana? Terdengar sama, namun memiliki makna berbeda. _________________________________________ "Di sana...." Suara lantang dari lelaki yang berdiri di atas podium itu membuat perempuan yang merasa namanya di panggil mengangkat tangan dengan percaya dirinya. Hening, semua mata tertuju kearahnya. "Kenapa berdiri?" Tanya sang pemanggil nama dengan tatapan heran. "Kakak tadi manggil nama saya?" "Siapa? nggak tuh." "Dishana. Itu nama saya kak." "Di sana." Tekan lelaki itu menunjuk kearah ruangan di bagian itu Utara. "Di sana tempat kalian semua kumpul setelah istirahat nanti." Penjelasan lantang itu membuat seluruh orang berusaha keras menahan tawanya. Wajah Shana memerah menahan malu, berusaha keras ia menampilkan raut biasa. "Dishana." Kakak tingkat itu menatap kearah Shana dengan serius. Merasa kali ini benar dirinya terpanggil, Shana menjawab. "Iya kak?" "Di sana senang, di sini senang dimana-mana hatiku senang." Langkah santai diiringi senandungan keras meluapkan tawa tertahan semua orang di sana. Sial! Bisakah Dishana mengurus akta kelahiran dan kartu keluarga di dukcapil untuk mengubah namanya? __________________________________________

More details
WpActionLinkContent Guidelines