Dalam Jeda Keramaian

Dalam Jeda Keramaian

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 23, 2019
Dalama NARASI BASI ini, biarlah hati melepaskan kisah-kisah yang ia serap rasanya. Biarlah cerita-cerita itu tetap hidup dalam bait-bait yang terdengar indah biarlah kata sederhana mengetuk ujung mulut yang terlanjur rentan berharap tak diciptakan, walau kenyataan kematian tak jua menguntungkan Jadi, biarlah. karena aku jengah, mengasah sumpah yang penuh gundah. Hinga di akhir goyah, semua narasi ini patah. Kalah akan sautan-sautan di balik mata basah
All Rights Reserved
#35
alone
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rindu: Puisi Praditya Dylan [END]
  • Aku Tetap Menunggumu
  • S A U D A D E
  • Makna Temu
  • 10 Detik, Goodbye!
  • HARUSKAH KU PERGI
  • Kepada sang pencipta rindu
  • MASIH [Revisi] SEGERA TERBIT
  • Astara
  • Hari-Hari Jatuh dan Patah

"Saat kamu memilih untuk jatuh cinta, kamu akan dihadapkan dengan dua pilihan. Pertama, merencanakan hari besok untuk membuatnya bahagia. Kedua, siap bangun dari jatuh yang membawamu pada kenyataan bahwa dia, belum mencintaimu." ••••• Hanya sebuah kisah sederhana. Saat dimana sebuah kesempurnaan memliki arti. Saat Rindu merasa dunia yang ia miliki, hanya akan sempurna saat bersama dengan teman kecilnya dan kekasihnya. Hanya sebuah kisah sederhana. Saat pilihan membawa Radit pada alasan mengapa ia menjadi pengecut. Dan sebuah fakta bahwa, menjadi seorang teman saja, memang tidak cukup. Hanya sebuah kisah sederhana. Ternyata menjadi jujur pada sebuah perasaan akan dihadiahi kemenangan. Kemenangan yang diraih Ken saat ia percaya, cintanya hanya akan dibalas ketika ia sanggup berjalan beriringan dengan ketidaksempurnaan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines