Dalam Jeda Keramaian

Dalam Jeda Keramaian

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 23, 2019
WpInfo
Poetry
Dalama NARASI BASI ini, biarlah hati melepaskan kisah-kisah yang ia serap rasanya. Biarlah cerita-cerita itu tetap hidup dalam bait-bait yang terdengar indah biarlah kata sederhana mengetuk ujung mulut yang terlanjur rentan berharap tak diciptakan, walau kenyataan kematian tak jua menguntungkan Jadi, biarlah. karena aku jengah, mengasah sumpah yang penuh gundah. Hinga di akhir goyah, semua narasi ini patah. Kalah akan sautan-sautan di balik mata basah
All Rights Reserved
#958
alone
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AlfAbel [END]
  • Andai bisa
  • Makna Temu
  • Aku Tetap Menunggumu
  • Poetry Sad
  • Hari-Hari Jatuh dan Patah
  • love story
  • Lost in Your Mysterious Feeling [ TAMAT ]

Di kursi panjang ini ku dudukan badanku Menatap kerinduan bintang malam Angin malam megingatkanku Akan lembaran kecil puisi kenangan Tentang tawa yang menggetarkan hatiku Tentang senyum yang menenagkan Dimana rembulan tersenyum padaku Membisikan rayuan manisnya Waktu Mengapa engkau cepat berlalu Megambil seseorang yang ku rindu Dimana aku tak dapat bertemu Rindu Alamku dan alamnya sudah berbeda ........................... Belum saja Abel selesai membaca, setetes air mata keluar membasahi pipinya. Puisi yang di buat oleh Alfa itu terjadi nyata di kehidupannya. Kenapa Abel tidak sadar jika puisi itu bukan puisi biasa, puisi yang Alfa buat itu adalah kode bahwa dirinya bukan di takdirkan untuk Alfa, mengapa Abel tidak berpikir sepanjang itu. @Syalsya Maretha Zahara

More details
WpActionLinkContent Guidelines