PENYELAMATAN RAGEL ACADEMY

PENYELAMATAN RAGEL ACADEMY

  • WpView
    مقروء 1,468
  • WpVote
    صوت 92
  • WpPart
    فصول 11
WpMetadataReadمستمرّة
WpMetadataNoticeآخر تحديث: اثنين, نوفـ ١١, ٢٠١٩
Punya keluarga dongeng!! Rose gadis bumi yang bersekolah di negeri dongeng yang memiliki petualangan yang super seru bersama sahabatnya Hawk, Astoria, Ling Ling, Joy dan Travis. Bersama kisah romantis dan petualangan. Kisah ini menceritakan Rose dan teman- temannya yang ingin mengikuti pesta dansa yang dihancurkan oleh penyihir jahat Ratu Salju. Dan berusah mencari bantuan untuk mengalahkannya. Adakah yang bisa membantu Rose dan teman-temannya untuk mengalahkan Ratu Salju??? -SELAMAT MEMBACA-
جميع الحقوق محفوظة
انضم إلى أكبر مجتمع لرواية القصص في العالماحصل على توصيات قصص مخصّصة، احفظ قصصك المفضلة في مكتبتك، وقم بالتعليق والتصويت لتنمية مجتمعك.
رسم توضيحيّ

قد تعجبك أيضاً

  • The Princess of Perseus
  • Shine
  • Huru-hara di Hutan Genggong
  • Queen & King《End》
  • This is Rosalia's transmigration
  • Oh, My Giant [END]
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • Dongju Son 2 : Perang Penyihir [END]
  • Missing to Another World
  • Angels Battle 1 Spirit Awakening

Aula Aetherium bergema oleh napas lega, panji-panji tua menggantung seperti saksi bisu di atas sosok berlutut yang namanya telah berlari mendahului kebenaran, dan aku berdiri di antara mereka, menyaksikan para pemegang kuasa dan mereka yang percaya mengukuhkan keyakinan menjadi perayaan, seolah ketakutan dapat diakhiri dengan memenggal seorang manusia. Ketika algojo mengangkat pedangnya dan sebuah suara berbisik, "Dialah yang akan mengakhiri dunia ini," kata-kata itu jatuh ke dadaku bukan sebagai keadilan, melainkan sebagai restu untuk berhenti bertanya. Aku telah membaca lembar demi lembar masa lalu, menautkan jejak yang terserak, mengikuti kisah itu hingga semuanya menunjuk ke titik ini, namun pada saat sorak membumbung dan bilah pedang tertahan di udara, yang kurasakan hanyalah sunyi yang ganjil, kehampaan yang dingin, seakan kebenaran telah melintas pergi sementara kami sibuk menyepakati wujudnya. Lelaki itu tak menyerupai akhir, ia lebih tampak seperti jawaban yang disusun dengan rapi agar tak ada lagi pertanyaan yang perlu diselamatkan, dan ketika kerumunan menuntut darah, aku terlambat menyadari bahwa Aetheria masih runtuh di bawah keyakinan kami sendiri. Sebab apa pun yang benar-benar mematahkan dunia ini tak pernah berlutut di hadapan kami. Ia berdiri tanpa nama di antara sorak-sorai, tenang, tak terlihat, dan menang. Dan baru kelak kami mengerti, hari itu bukanlah awal keselamatan, melainkan saat ketika sesuatu yang jauh lebih sunyi akhirnya dibiarkan bebas.

تفاصيل إضافية
WpActionLinkإرشادات المحتوى