PAGIKU BERSAMA HUJAN

PAGIKU BERSAMA HUJAN

  • WpView
    Прочтений 0
  • WpVote
    Голосов 0
  • WpPart
    Частей 1
WpMetadataReadВ процессе
WpMetadataNoticeLast published втр, сент. 24, 2019
Aku bisa saja menghapus lukaku ketika hujan turun, hanya dengan membiarkan air mataku jatuh beriringan bersama tetesan hujan. Dikala itu, seolah lukaku tersamarkan oleh tetesan kelamnya. Bau basah dari segerombolan rumput ilalang di sekelilingku berdansa anggun menyambut pagiku. Mereka berusaha mengusap nadiku agar tetap berdenyut, memompa aliran darahku agar tetap merasa kuat jalani hari. Kau sungguh hebat! Kau mengajaku untuk menikmati hujan dikala itu. Kau mengajariku cara bercerita kepada hujan. Bahkan sesekali kau memintaku untuk bercerita tentangmu kepada hujan. Sampai akhirnya kau lupa.. Kau lupa mengajariku cara melupakanmu dikala hujan. Yang mana hujan membawa sisa-sisa bayangmu sebagai penghantar luka. Pagiku sesak bersama hujan. "Bila nanti aku tak menjadi embun di pagi hari, takkan jadi lelah. Di hari inilah, kau dan aku tahu. Embun dan pagiku tak lagi menyapa" 26/1/18 Tulisan Harian -Wahyu Saputro-
Все права сохранены
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

Вам также может понравиться

  • DENIAL
  • HUJAN WAKTU ITU
  • Takdir Pilu Azizi
  • PERJODOHAN PAKSA ( END )
  • Hai, Kak! (END)
  • ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)
  • don't leave daddy CH2 (END)
  • TAK TERLIHAT TAPI ADA (ONE SHOOT SHANCHRIS)
DENIAL

Ada kalanya perasaan itu datang bersama rintik hujan. Mengalir deras seperti butiran embun di daun ilalang. Secercah harapan terpaksa luntur karena tidak sejalan. Sang puan pun pamit pulang karena sudah tidak ada harapan. Pada akhirnya sang tuan pun menyesal karena menganggap remeh datangnya hujan. Kini sang hujan sudah tidak memeluknya lagi dimalam hari. Hujan yang dulu selalu menemaninya terlelap, hujan yang selalu ada disaat ia terjaga. Hilang, sudah menghilang, tergantikan dengan angin gersang yang menakutkan. Adakalanya mendung datang, tapi tidak bersama hujan. Melainkan bersama getaran yang begitu menakutkan. Ia rindu suasanya, ia rindu pelukannya, dan terlebih lagi ia rindu hujannya. Pelajaran untuk dirinya , bahwa semesta tidak pernah main-main dengan rencananya.

Подробнее
WpActionLinkТребования к контенту