Cappuccino [On Going]

Cappuccino [On Going]

  • WpView
    Reads 87
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 6, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Bagi Kanya berpacaran dengan Rafif adalah suatu pencapaian besar. Selain karena terlalu sayang, ia juga akhirnya mendapatkan perhatian-perhatian yang diinginkannya sejak dulu hingga akhirnya ia tak pernah mau melepaskan sang kekasih. Namun, bagi seorang Aranda terlalu bucin malah membuat seseorang menjadi sosok yang bodoh. Menomor duakan segala hal hingga akhirnya terasingkan. Rasa kesal yang mendera membuat Aranda mengacuhkan Kanya dan Rafif. Hal yang menimbulkan pertanyaan-pertanyaan miring mengingat kedekatan mereka. Gema yang mendadak murung pun turut menyebabkan kerenggangan. Melupakan semua yang terjadi. Melupakan pahit manisnya kenangan yang terukir. Cappucino, secangkir minuman berkafein yang menjadi saksi bisu atas kehangatan persahabatan juga pahitnya pertikaian yang terjadi. -DuniaAudi-
All Rights Reserved
#77
airmata
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Chaos After You [ COMPLETE ]
  • My girlfriend is fat [END]
  • AYDEN ALFINO
  • Dangerous Couple [End]
  • TWINS DISASTER (END)
  • Atrapado [Completed]
  • Bad boy is a good boy for me [END]
  • Angel or Devil
  • My Illegal Boyfriend

Di sebuah cafe sepi di sudut kota, Catherine duduk sendirian, menatap hampa ke dalam secangkir kopi dingin. Bayangan Raymond, kekasih yang telah tiada, menghantuinya tanpa henti. Masa bahagia mereka telah berubah menjadi penyesalan yang dalam. Catherine menyalahkan dirinya sendiri atas keputusan yang diambil karena ketakutan dan ketidaksiapan. Bayangan malam tragis itu membayangi setiap langkahnya, membuatnya terjebak dalam siklus penyesalan. Kehilangan Raymond menghancurkan Catherine, dia merasa terasing dan kesepian di tengah keramaian teman-temannya. Terjebak dalam kehampaan, Catherine terus mencari jawaban atas apa yang bisa dia lakukan berbeda. Di dalam hatinya, tersimpan harapan bahwa suatu hari nanti dia akan menemukan kedamaian dan kebahagiaan yang baru. Hingga saat itu tiba, Catherine harus belajar memaafkan dirinya sendiri dan menghadapi bayangan masa lalu yang terus menghantuinya, berharap bisa menemukan cahaya di ujung lorong gelap yang kini menyelubungi hidupnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines