RAJAWALI

RAJAWALI

  • WpView
    Bacaan 34
  • WpVote
    Undian 4
  • WpPart
    Bahagian 2
WpMetadataReadSedang Ditulis
WpMetadataNoticeTerakhir diterbitkan Sel, Jan 21, 2020
[Sequel ANAVANKA] "GUA SUMPAHIN! LU KAGAK BAKAL DAPET JODOH!" "AMIINN SAYANGKUH! SEMOGA TERKABUL YAA" Amany membelalakkan matanya kaget, di tatapnya raja lama hingga pria itu jadi salting sendiri. "Kok malah seneng sih?! Harusnya kan lu marah dong karna gak dapet jodoh!" Raja tersenyum penuh arti "Yaiyalah seneng, soalnya kan nanti yang bakalan jadi jodoh gw satu-satu nya itu elu. Jadi, persiapkan diri lu baik-baik" Yang Amany dapat terakhir kali dari Raja bukan sebatas ucapan pria itu saja, tetapi senyuman licik dan tatapan menggoda milik seorang Rajawali Mahesa Purnomo. Ia?! Menjadi jodoh seorang Rajawali?! Itu bukan anugerah bagi Amany Ratu Permata, tetapi sebuah kutukan yang tak berujung!
Hak Cipta Terpelihara
#57
la
WpChevronRight
Jom sertai komuniti bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang diperibadikan, simpan cerita kegemaran anda ke dalam Pustaka anda, serta beri komen dan undi untuk mengembangkan komuniti anda.
Illustration

You may also like

  • Tentang Kamu, Nadia
  • VAREN: Imperfect Husband
  • Serpihan Luka
  • Play Girl is My Wife
  • Aku Adalah Lukamu
  • From Friends To Lovers
  • STRUGGLE [End]
  • DAVANDRA

Sejak sekolah dasar, Nadia adalah pusat dunia bagi Raditya Juna Mahesa. Mereka adalah tetangga yang begitu lengket satu sama lain. Tapi tiba-tiba di suatu hari Radit berubah, dia jadi cuek dan seolah Nadia bukan apa-apa baginya lagi. Jarak pun membentang jauh di antara keduanya. Kata Nadia yang kala itu marah pada Radit karena dia berubah, "Radit jahat! Mulai sekarang kita bukan teman lagi!' Semenjak itu, mereka hanya orang asing. Hingga suatu hari akan ada perjodohan dalam dua keluarga itu. Antara Nadia dan Priyandaru Samudera__kakaknya Radit. "Hai, calon adik ipar!" sapa Nadia yang membuka pintu rumahnya di suatu pagi pada tamunya. Radit tetap cuek tanpa ekspresi meski Nadia terdengar mengoloknya. "Seperti mendung yang belum tentu turun hujan. Calon belum tentu jadi beneran. Bisa aja, aku yang nikahin kamu di hari yang sudah ditentukan." "Eng-gak mung-kin!" "Maka akan aku buat menjadi mungkin."

Maklumat lanjut
WpActionLinkGaris Panduan Isi