We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Demi Dia (Hiatus)

Demi Dia (Hiatus)

  • WpView
    Reads 2,250
  • WpVote
    Votes 166
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 4, 2020
WpInfo
Fanfic
"Kita putus!" ucap seorang pria baldy sambil menatap seorang wanita. "Kenapa? apa salahku Ih?" ucap wanita tersebut memegang tangannya. "Kamu gasalah yyah, aku yang salah. Sebenarnya aku udah dijodohin sama anak temen umi" ucapnya menunduk. Wanita itu hanya bisa menahan air matanya saja, ia menatap pria itu dengan rasa kebencian. "Gw benci sama lo Saaih, gw gamau ketemu lo lagi!" ucap wanita itu pergi dari hadapan pria itu. "Iyyahh..." panggil pria itu yang tidak mengejernya melainkan hanya melihat kepergian wanita itu. *** *** *** *** *** *** Gapinter buat deskripsi:v langsung baca jangan lupa Vote♥ Makasihh.....
All Rights Reserved
#121
sohwahalilintar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kau lah Kakak Terbaikku! (END)
  • Siapakah Dirimu Sebenarnya? [BBB Elementals AU]
  • Farel Dan Bella
  • "Friendzone"
  • 𝐻𝑎𝑛𝑦𝑎 𝐻𝑎𝑦𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑆𝑒𝑚𝑎𝑡𝑎
  • IT'S YOU
  • Memories Of Our Brother
  • Shuffle Siblings ✔️
  • Perfect love Satim
  • Brothers?! [Boboiboy Elemental Siblings] (On Going)

"Gw pengen cepet - cepet ketemu bunda, tapi gw masih ada 6 adik yg harus gw jaga. Bunda, gapapa kan ya.. Hali nyusul bunda keatas? tapi Hali masi ada 6 adik yg harus Hali sayang, Taufan katanya engga sanggup kalo jadi anak pertama. Jadi setelah Hali ngurus adik - adik sampai sukses, Hali boleh nyusul Bunda ya?" Gumam Halilintar yang sedang berbaring di rumput, menatapi indahnya malam. Hali tidak mampu menahan air matanya, dia menangis karna dia kira tidak ada yang melihat. Tiba - tiba.. "Kak.. kakak kenapa nangis?" Ucap Taufan yang kebingungan melihat kakaknya menangis itu. "H - hah? e - engga kok, kakak ga nangis! cuma kemasukan.. r - rumput iya rumput!" Ucap halilintar sambil dengan cepat menghapus semua air matanya, sayangnya Taufan sudah melihat semuanya. Halilintar tidak dapat mengelak. "Kak, kalo ada apa - apa cerita. Bukannya dipendam sendiri, kakak gak nganggep Taufan? Taufan disini kak, Taufan bakal denger semua keluh kesah kak hali." "Maaf." - Halilintar Apa yang bakal dilakuin Halilintar untuk menyukseskan adiknya ya? kalo penasaran yuk baca ceritanya lebih lanjut! '~▪︎°▪︎~' WARNING HARSH / CURSE WORD! WARNING TYPO BERTEBARAN! Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines