Story cover for Cassiopeia Regar by RafaChaidir
Cassiopeia Regar
  • WpView
    Reads 3,598
  • WpVote
    Votes 309
  • WpPart
    Parts 18
  • WpView
    Reads 3,598
  • WpVote
    Votes 309
  • WpPart
    Parts 18
Ongoing, First published Sep 24, 2019
@ Kopenhagen, Denmark

"Bunda..."

"Ya, Nak?"

"Apakah kita akan bertemu dia?"

"Iya... kita akan berjumpa dengannya, sayang."

"Bagaimana wajahnya, Bun? Apakah aku mirip dengannya?"

Cassie tersenyum dan mengacak penuh kasih pada rambut hitam bergelombang milik anak lelakinya, "Ia sangat mirip denganmu, sayang. Rambut hitam legam, dengan mata bulat bersinar seperti milikmu."

"Apakah ia orang baik, Bun?"

"Tentu saja. Ayah adalah orang yang baik."

"Siapa namanya? Aku sangat ingin mengenalnya."

"Antariqhsa... Antariqhsa Sangaji. Dan kita akan bertemu dengannya."

"Bun.. Namanya sama denganku?"

"Tentu saja sayang... Bunda sengaja memberikan namanya untukmu. Agar suatu hari nanti, ia tau siapa dirimu."
All Rights Reserved
Sign up to add Cassiopeia Regar to your library and receive updates
or
#379romcom
Content Guidelines
You may also like
Jovanka dan Abang Kembar by LeenooYed
69 parts Ongoing
Hendra dan Narendra Dewantara terlahir dengan beban yang tak mereka mengerti. Sejak kecil, mereka harus mendengar bisikan-bisikan bahwa mereka adalah anak pembawa sial. Namun, di balik semua itu, mereka masih memiliki kasih sayang dari kedua orang tua mereka-setidaknya hingga bayi kecil itu lahir. Jovanka, adik bungsu mereka, hadir ke dunia dengan membawa perubahan besar. Kehadirannya mengubah segalanya. Orang tua mereka, Dewantara dan Cinthya, yang dulu begitu menyayangi mereka, perlahan menjauh. Semua perhatian, semua kasih sayang, semua harapan yang dulu diberikan untuk mereka, kini hanya tertuju pada satu sosok-Jovanka. Hendra dan Narendra tumbuh dengan kebencian yang tak mereka pahami. Bagi mereka, Jovanka adalah alasan mereka kehilangan orang tua. Bayi mungil itu adalah penyebab semua kehancuran. Maka, tanpa sadar, mereka ikut menjauh. Mereka membiarkan adik mereka tumbuh sendirian dalam dingin, tanpa pelukan hangat seorang kakak. Namun, waktu mengajarkan mereka banyak hal. Perlahan, kebenaran terungkap. Luka yang selama ini mereka kira milik mereka saja, ternyata juga terukir dalam diri Jovanka. Dan saat mereka menyadari itu, sudah terlambat. Adik mereka telah berjalan terlalu jauh dalam gelap, terjebak dalam luka yang tak pernah mereka lihat. Kini, di antara penyesalan dan keinginan untuk menebus segalanya, Hendra dan Narendra berjanji. Mereka tidak akan membiarkan Jovanka menghadapi semuanya sendirian lagi. Tidak peduli berapa banyak duri yang harus mereka lalui, tidak peduli seberapa terlambat mereka menyadarinya-mereka akan memastikan adik mereka tidak lagi merasa sendirian. Namun, apakah cinta dan penyesalan cukup untuk menyembuhkan luka yang telah terukir begitu dalam? Ataukah semua ini sudah terlambat? Karena tak peduli seberapa besar keinginan mereka untuk melindungi, pada akhirnya hanya ada satu pertanyaan yang harus dijawab: apakah seorang pangeran yang telah kehilangan mahkotanya masih bisa menemukan rumahnya?
Perempuan Dengan Segala Masalahnya (End) by Nin_farr
35 parts Complete
Sang gadis bernama Aca Putri Ramadani harus menghadapi masalahnya sendiri dan memendam apa yang ada pada hatinya. Ia sudah di gagalkan dengan percintaan dan keluarganya kecewa atas pilihannya Jika menjadi Aca, kalian mungkin akan merasa kebingungan dan tidak tau harus memilih pilihan yang mana --- "Kita putus ya ca.. gua di suruh ke Amerika sama nyokap gua dan Lo juga mau di jodohin sama ayah Lo kan" Arka menatap wajah Aca dengan melas seolah tidak mau kehilangan Aca "T-tapi kaaaa.." *** "Lo putusin pacar lo sekarang" ucap Zakhy degan keras "Gua nikah atas dasar terpaksa, ini semua sala Lo" bantah Aca *** "Gua kecewa sama Lo ca" ucap Ici dengan mengepalkan tangannya "Ayah gak marah sama kamu, tapi Ayah kecewa" ucap ayah "Apa apaan ini? Bunda marah dan kecewa sama kamu ca" ucap bunda di penuhi dengan amarah *** "Ter, Lo marah dan kecewa sama gua kan pasti" Aca berusaha agar tak menangis di depan Luter, tapi apa dayanya ia malah menangis tersedu-sedu di dalam pelukan Luter Luter melepaskan pelukannya dengan menghapus air mata Aca "gua gak marah dan gak kecewa sama Lo ca, tenang aja gua berpihak ke Lo" *** "Kalian jahat! Kenapa kalian tutupi semua ini dari gua hah?" Tak menyangka, salah satu temannya menutupi masalah ini dari Aca Ninzha hanya terdiam, detik selanjutnya ia membuka pembicaraan "aku gak mau kamu sakit hati ca" "Ca, Lo harus sadar! Gua tutupi semua ini dari Lo karena gua juga masih mikir perasaan Lo ca" ucap Via. Di dalam hatinya merasa bersalah karena telah menutupi semua ini dari Aca *** Ditengah derasnya hujan dengan suara petir serta hembusan angin yang kencang mewakili hati Aca yang sakit "ARGHH!!" "Kenapa semua masalah harus datang ke gua? Kenapa gak dia aja!" --- Jadi itulah ringkasan ceritanya.. yuk buruan baca kalau kepo akan bab lengkapnya! Happy reading guys.. Walaupun di depan sad, nanti di belakang bakal happy ending deh 💕Okey thank you everyone 💕
Five wishes! [SM Family] by Rayneelee_
22 parts Ongoing
Bercerita tentang hubungan persaudaraan yang terjalin begitu erat dan saling menyayangi meskipun masih sering terjadi pertengkaran dan perdebatan untuk hal kecil sekalipun. Kelima orang ini tentu memiliki perangai dan budi pekerti yang berbeda, terbukti Ayah dan Bunda sering mengatakan bahwa sifat dan sikap mereka sangat bertolak belakang meskipun ada satu yang sama. Tentang segala harapan dan cita-cita, mereka pekerja keras dan selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk mencapai impian yang mereka punya. Telebih ayah dan bunda selalu mengatakan bahwa siapa yang bersungguh-sungguh maka akan mendapatkan ap[a yang ia inginkan, tak ada yang instans semua harus melalui prosesnya masing-masing. "Itu sudah pada bangun atau belum...? nak, bangun semuanya, udah di tungguin sama Ayah buat sarapan! Rendi itu tolong adeknya dibangunkan dulu ya"- Bunda Winata "ayah tunggu sepuluh menit lagi, kalau belum pada ngumpul uang jajan hari ini Ayah potong setengah" - Ayah Cahyadi "Adek susah banget di suruh bangun Bun, disiram halal nggak nih? kalau halal abang langsung gas" - Abang Rendi "Ayah bentar lagi yaa, tanggung banget mimpinya ini huhuhu ketemu Jaemin Nct lho aku" - Mbak Niki " Abang Rendi jail banget sih! Anduk aku dibuang" Adek Jinan "Nggak mau!!! ayah jangan potong duit aku" - Adek Rayyan "Masih dingin lho ayah, ntar adek pilek kek gimana? ayah mau dimarahi Bunda?" - Adek Dewa Itu hanya garis besar kehidupan mereka, sisanya masih banyak lagi drama yang mereka miliki.
You may also like
Slide 1 of 10
Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓ cover
Song For you || Faya || [Finished] cover
Jovanka dan Abang Kembar cover
Cemara milik kita || nct dream (Terbit)✔ cover
Are We Brother's ? - [boynextdoor] TERBIT✓ cover
Perempuan Dengan Segala Masalahnya (End) cover
7 anak indigo cover
PUISI UNTUK BUNDA  cover
THE ARVELLO  cover
Five wishes! [SM Family] cover

Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓

15 parts Complete

Novel bisa dibeli di Shopee Jaehana_Store BAGIAN KEDUA SAPTA HARSA VERSI NOVEL || KLANDESTIN UNIVERSE "Kenapa lo jahat sama gue! Kenapa kemarin lo pergi? Kenapa? Kenapa lo ninggalin gue? Kenapa lo tega, Jen?" Haikal tak bisa lagi menahan kesedihan yang telah menumpuk di dalam dirinya. Jendral hanya tertawa kecil. "Lo ngomong apasih, Kal? Gue nggak pergi ke mana-mana, kita kan selalu sama-sama. Gue mana pernah ninggalin lo. Ayo ikut, gabung sama yang lain." Ia menarik tangan Haikal, mengajaknya berlari menuju sisi lain dari air mancur itu. Di sana, semua anggota Klandestin berkumpul. Beberapa duduk di atas ayunan yang berderit pelan, ayunan tersebut dihiasi dengan lampu-lampu kecil yang mengelilinginya. "Bang Haikal! Kenapa telat? Kita nungguin loh!" seru Cakra. "Kal, sini, ada mainan yang cocok buat lo," tambah Reihan. Namun, Haikal menggeleng. Ia justru menggenggam erat tangan Jendral di sampingnya. "Kenapa, Mbul? Main sana," Jendral menatapnya dengan heran. Haikal menggeleng lagi, kali ini dengan lebih kuat. "Gue takut," bisiknya, suaranya hampir tak terdengar. "Takut?" Jendral tertawa, seolah-olah hal itu adalah lelucon. "Seorang Haikal takut?" Haikal mengangguk, menahan diri untuk tidak menangis. "Gue takut kalo genggaman tangan gue lepas, lo bakalan pergi."