Cassiopeia Regar

Cassiopeia Regar

  • WpView
    LECTURES 3,606
  • WpVote
    Votes 309
  • WpPart
    Chapitres 18
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mer., août 24, 2022
@ Kopenhagen, Denmark "Bunda..." "Ya, Nak?" "Apakah kita akan bertemu dia?" "Iya... kita akan berjumpa dengannya, sayang." "Bagaimana wajahnya, Bun? Apakah aku mirip dengannya?" Cassie tersenyum dan mengacak penuh kasih pada rambut hitam bergelombang milik anak lelakinya, "Ia sangat mirip denganmu, sayang. Rambut hitam legam, dengan mata bulat bersinar seperti milikmu." "Apakah ia orang baik, Bun?" "Tentu saja. Ayah adalah orang yang baik." "Siapa namanya? Aku sangat ingin mengenalnya." "Antariqhsa... Antariqhsa Sangaji. Dan kita akan bertemu dengannya." "Bun.. Namanya sama denganku?" "Tentu saja sayang... Bunda sengaja memberikan namanya untukmu. Agar suatu hari nanti, ia tau siapa dirimu."
Tous Droits Réservés
#299
ceritacinta
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • PUISI UNTUK BUNDA
  • Nada (End/Completed)
  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • beach and you
  • Song For you || Faya || [Finished]
  • THE ARVELLO
  • Because You..
  • Cemara milik kita || nct dream (Terbit)✔
  • MOONLIGHT
  • 7 anak indigo

Aku hidup bersama Ayah dari aku masih bayi merah hingga saat ini Jika kalian bertanya, memang dimana Bundamu? Apa sudah meninggal? Maka dengan tegas kukatakan, "Bundaku masih hidup. Beliau amat sangat cantik dan tentu saja sangat sehat tidak kurang satu apapun." Kalian pasti tau bagaimana rasanya mendapat perhatian dari Ibunda kalian? Rasanya memeluk orang yang melahirkan kalian? Pasti senang dan bahagia sekali, bukan? Tapi tidak bagiku Bukan karena aku tidak senang, tapi aku tidak tau rasanya Jangankan memeluk Bunda, sekedar mengharapkan panggilan sayang dari suara lembutnya saja aku seperti punuk merindukan bulan Aku tidak tau pasti bagaimana Bunda? Tapi yang aku tau dari cerita Ayah, Bunda adalah orang yang baik, cantik, ramah, perhatian dan dia sayang sama aku. Tapi bagiku, segala hal tentang Bunda yang Ayah ceritakan, seolah tak pernah cukup Aku ingin lebih dari sekedar tau dari cerita Ayah Aku tak mengerti apa yang terjadi diantara mereka? Dan aku tak peduli alasannya Keinginanku sederhana Aku ingin disapa Bunda dengan lembut. Aku ingin dipeluk Bunda dengan hangat. Hanya itu. Tapi jika aku boleh berharap lebih Aku ingin tinggal bersama mereka dan merasakan hangatnya sebuah keluarga utuh layaknya teman-temanku yang lain. Tapi apakah harapanku bisa menjadi kenyataan? Atau hanya sebuah harapan yang suatu saat bisa terbang lalu kemudian hilang? (Nattaya Hemakshi Adhyastha)

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu