Story cover for AKSARADINDA by SohifulUmam
AKSARADINDA
  • WpView
    LECTURES 3,543
  • WpVote
    Votes 278
  • WpPart
    Chapitres 18
  • WpView
    LECTURES 3,543
  • WpVote
    Votes 278
  • WpPart
    Chapitres 18
En cours d'écriture, Publié initialement sept. 24, 2019
"Mari racik kopi terbaikmu malam ini; aku ingin mencicipinya.
Jangan lupa tambahkan sedikit lengkung senyumanmu, agar kopi itu terasa manis di lidah." -Aksa

"Dia hanya datang untuk mampir sejenak. Berikan dia secangkir kopi, bukan hati." -Radinda

Baca cerita selengkapnya dalam Novel AKSARADINDA.

***
[Slow update]
JANGAN LUPA FOLLOW TERLEBIH DAHULU SEBELUM MEMBACA YA 👌

HAPPY READING ❤️
Tous Droits Réservés
Inscrivez-vous pour ajouter AKSARADINDA à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
#26narasi
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 10
Kopi & Deadline (On Going) cover
Arsyilazka cover
Secangkir Kopi Vanilla [Tamat] cover
ROMANCE FROM HIGH SCHOOL cover
Hanya Saja cover
HANCUR💔<END| cover
Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤] cover
Mencintai dalam diam cover
Secangkir Kopi dan Seutas Rindu [ COMPLETED ] cover
Short Stories cover

Kopi & Deadline (On Going)

6 chapitres En cours d'écriture

Bukan karena lambat bekerja, Ara lembur lagi bagai kuda. Ara duduk sendiri di cubicle, mata lelah, kopi sachet ketiga di tangan, layar laptop menyala dengan file yang hampir rampung. Ingatkan Ara sekali lagi bahwa kerjaannya 'hampir rampung'. Dia menatap layar, lalu menarik napas panjang, "Aku nggak tahu lagi ini kerjaan atau penyiksaan... Tapi besok pagi harus submit, kalau nggak... ya biasa, dapat teror halus dari atasan." Dulu waktu kecil, Ara selalu mengganggap orang yang pulang kantor sampai pukul 12 malam atau pagi buta adalah orang-orang keren. Iya keren, keren keramnya sebadan-badan. Ara menarik napas panjang untuk kesekian kalinya, "Aku gila deh kayaknya, masa dulu kerjaan kayak ginian aku bilang keren." Di sela kelelahan itu, Ara mengenang tempat ngopi yang pernah dia datangi dua minggu lalu-tempat yang jarang dia datangi sebelumnya, tapi entah kenapa, wajah sang barista masih lekat di kepalanya. Dia pernah bilang ke dirinya sendiri , "Aku nggak punya waktu buat cinta." Tapi sejak ketemu cowok itu... apa kalimat yang digaung-gaungkan Ara mulai retak? GA MENERIMA NAMANYA PENJIPLAKAN YA EGE, NYARI IDE ITU GA MUDAH‼️