Story cover for To Do Something For Love by ciaacioo
To Do Something For Love
  • WpView
    Reads 109
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 109
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Sep 25, 2019
Elsie Natushya Valencia,gadis manis yang harus mengerti apa sebenarnya kehidupan dunia. Mengahadapi segala bentuk problema yang selalu mengikutinya. Merasakan bagaimana caranya berjuang, disayangi, bahkan dibenci. 

"nyatanya gak semua orang bakal jauhi lo!"

"buktinya?"

"gue tetap ada disamping lo begitu pula dengan sahabat lo!"

Terkadang yang terlihat sempurna itu lah yang memiliki sejuta kelumpuhan dalam hidup. Tapi walaupun begitu, senyuman harus tetap terukir untuk membuat semangat. 
.
.
.
Jangan lupa follow+vote+coment yah😊
All Rights Reserved
Sign up to add To Do Something For Love to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Cinta dalam Diam(End) cover
Dear You cover
"Luka Dalam Senyuman: Kisah Nara" cover
Just Friend  cover
Let Me Love You Longer cover
Always Be Smile cover
NATALIA { SELESAI } cover
AZAM : Satu Langit Dua Doa  cover
Cosinus cover

Cinta dalam Diam(End)

16 parts Ongoing

Sequel cerita Wattpad Khadijah dan senyum Khatan Khayla terlahir tanpa kemampuan berbicara, tetapi itu tidak membuatnya lemah. Dengan bahasa isyarat, ia belajar berkomunikasi dan mengekspresikan dirinya. Namun, tidak semua orang bisa menerimanya. Sejak kecil, ia kerap menghadapi ejekan dan perundungan, hingga hanya ada satu orang yang selalu berdiri di sisinya Rafi. Bagi Rafi, Khayla bukan sekadar sahabat. Ia adalah seseorang yang ingin selalu ia lindungi, meskipun perasaan yang tumbuh di hatinya tetap ia simpan rapat-rapat. Namun, semua berubah saat Bram, teman lama mereka, kembali di SMA. Kehadiran Bram membuat Rafi menyadari sesuatu yang selama ini ia abaikan-rasa cemburu yang perlahan menguasai hatinya. Di sisi lain, Khayla harus menghadapi Nadine, seorang gadis yang tidak menyukainya karena merasa Khayla menghalangi jalannya menuju Bram. Perundungan kembali menghantuinya, lebih parah dari sebelumnya. Tapi kali ini, Khayla tidak ingin hanya bergantung pada orang lain. Ia ingin melawan, ingin membuktikan bahwa meskipun ia tak bisa bersuara, bukan berarti ia tidak bisa didengar. Ketika kata-kata tak selalu bisa diucapkan, dapatkah cinta tetap tersampaikan? Atau justru akan terus terpendam dalam diam?