Senja, Malam Dan Rumah Baru

Senja, Malam Dan Rumah Baru

  • WpView
    Reads 123
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Sat, Oct 19, 2019
Bagiku waktu rutin sore hari diantara dua puluh empat jam sehari, menurutku senja merupakan waktu yang paling indah. Ketika janji-janji baru timbul seiring mentari ditelan malam,menggelayut di antara warna jingga kehitaman. ketika harapan-harapan baru merekah bersama malam yang berbintang, di atas rumah baru dilangit jakarta. Yaaaa... Aku menyukai Rumah Baru itu, Rumah yang terlihat sederhana namun memiliki kemewahan tersendiri didalamnya. Rumah baru yang mampu melupakanku terhadap rumah lama yang menyimpan seribu luka. Rumah lama itu terlihat sangat mewah tetapi aku merasa kosong dan banyak harapan yang tak kunjung jadi nyata didalamnya. Aku menyukai senja,tetapi rumah lama tak ingin menikmati indahnya senja bersamaku. Ini kisahku,tentang senja dan malam yang berbeda dirumah baru itu .....
All Rights Reserved
#58
pupus
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Terikat Cinta
  • LAUT DAN SENJA || LuRah || (END)
  • REGATHAN [END]
  • Lembayung
  • Senja dan Langit
  • Mencintaimu Dari Ujung Senja
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Seindah Senja

Karena ingin menebus rasa bersalah yang amat besar pada istri kakaknya, Senja harus terikat perjanjian yang di buat oleh Larissa, istri Langit. Dengan mengandung bayi dari kakak angkatnya, Senja harus kehilangan semua yang ada dalam hidupnya. Termasuk kehilangan kepercayaan orang-orang di sekitarnya. Tanpa di ketahui oleh Langit, Larissa yang di nyatakan tidak bisa mengandung, memaksa Senja untuk menjadi ibu pengganti bagi calon bayinya. Awalnya, semua berjalan sesuai rencana. Tapi, ternyata... Senja di paksa harus merelakan bayi dalam kandungannya saat Larissa di nyatakan hamil. Sanggupkah Senja merelakan bayinya, setelah orang-orang membencinya serta kehilangan orang yang di cintainya? Haruskah Senja menjadi penjahat untuk anaknya sendiri? Terlebih, Langit begitu membenci dirinya atas ketidaktahuan pria itu! Langit tidak perlu tahu betapa besar perasaan Senja terhadap pria itu. Seperti Senja di sore hari, meski hanya sebentar-bukankah biasnya yang indah kerap menghiasi Langit? Meski ia harus rela di telan kegelapan malam, bukankah keindahan Senja pernah membias cakrawala. Meski sebentar, Langit selalu menjadi tujuan Senja. Begitupun cinta Senja untuk pria itu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines