Dimensi Alam Lain [END]

Dimensi Alam Lain [END]

  • WpView
    Reads 11,503
  • WpVote
    Votes 424
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadComplete Thu, Sep 26, 2019
Cerita ini diambil dari kisah nyata. Namun saya memastikan kembali bahwa cerita yang ada didalamnya akan saya atur ulang sedemikian rupa. Bahkan mungkin bisa dibilang berlebihan dalam cerita yang saya buat. Jadi intinya, tidak semua dalam cerita ini fakta, dan tidak semua dalam cerita ini fiktif. Biarlah pembaca yang menilai, hanya untuk sebuah pembelajaran dan pengalaman untuk kita semua. Cerita ini terjadi sekitar tahun 2006. Tepatnya di Gunung Penanggungan yang terletak di antara Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Awalnya, tujuan mereka hanya untuk sakadar mengisi waktu luang di sebuah warung kopi pusat kota di Mojokerto. Namun karena Anton melihat rekannya yang sedang terkena musibah, ia mencoba untuk menghiburnya. Berkali-kali gagal, ia tetap saja masih tidak bisa terhibur. Akhirnya, gunung adalah solusi mereka. Dalam petualangan mereka mendaki gunung malam hari, banyak kejanggalan-kejanggalan aneh. Seperti apa kisahnya, silakan menikmati jalannya cerita.
All Rights Reserved
#659
mistis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lembah Arunika
  • Mistis Rimak & Mistis Kuncen [PREVIEW]
  • Teror di Balik Pepohonan
  • BISIKAN IBLIS (NYAWA YANG TERGADAIKAN)
  • SEMALAM DI LAWANG KRAJAN [complete]
  • KKN DI DESA PENARI (Versi Widya)
  • Dark Tales From Deep In The KEBUN DJENGKOL (TAMAT)
  • Pendakian Malam Satu Suro
  • Misteri Rumah Keramat

Dina hanya ingin lari sejenak. Dari rumah. Dari kampus. Dari masa lalu yang tak pernah benar-benar ia tinggalkan. Maka ia mengajak empat temannya-Bagas, Ayu, Raka, dan Tari-untuk mendaki Gunung Mahesara, gunung yang katanya penuh legenda, namun jarang tersentuh wisatawan. Lima remaja dari latar dan budaya berbeda, menyatu dalam perjalanan menuju puncak. Awalnya, ini hanyalah perjalanan tentang alam, peluh, dan keheningan hutan. Namun segalanya berubah ketika mereka menemukan sebuah percabangan jalur: satu jalur resmi, satu lagi tertutup semak dan larangan. Dari sinilah semuanya bermula. Kabut turun. Kompas tak lagi bekerja. Hutan mulai berbicara. Mereka tersesat di tempat yang tak ada dalam logika-Lembah Arunika, dunia tersembunyi yang hanya muncul bagi mereka yang memikul beban tergelap. Di lembah itu, sihir bukan dongeng. Makhluk gaib dari mitologi lokal bukan sekadar cerita rakyat. Mereka nyata. Hidup. Dan menjaga keseimbangan dunia yang mulai retak. Kelima sahabat ini harus menghadapi rintangan demi rintangan-bukan hanya melawan kekuatan jahat yang mengancam lembah, tetapi juga menghadapi sisi tergelap dalam diri mereka masing-masing: kemarahan, penyesalan, ketakutan, dan kesalahan yang tak pernah mereka maafkan. Dalam perjalanan yang penuh luka dan kehilangan, mereka mulai bertanya: Apakah lembah ini benar-benar dunia lain-atau justru cermin dari hati yang terluka dan ingin disembuhkan? Dan di tengah kabut yang tak kunjung sirna, satu pertanyaan terus bergema: Apakah mereka akan menemukan jalan keluar-atau justru menjadi bagian dari lembah itu selamanya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines