Gottes Schicksal

Gottes Schicksal

  • WpView
    Reads 1,981
  • WpVote
    Votes 455
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 13, 2020
Namaku Aisyah Dzunnun Umar, sudah berpacaran dengan Rayhan Haque Assidiqi selama enam tahun, bahkan aku yang sudah berangan angan dia yang akan menjadi pasanganku kelak hingga rambut kita memutih, ternyata dia mengkhianatiku, dia menghamili wanita lain saat kita masa berpacaran? Hatiku hancur. Tapi ini semua sudah menjadi takdir dalam hidupku Aku harus bagaimana meronta ronta dengan tuhan supaya dia kembali? Atau kah harus aku ikhlaskan dia? Hingga saatnya seseorang datang membawaku pergi dari masa lalu. Bisakah aku pergi dari masa lalu ku? Akan kah dia membawaku ke pergi dari masa lalu ataukah menambah luka dihatiku?
All Rights Reserved
#24
aisyah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ketabahan Hati Aisyah [Revisi]
  • RSS[1]: Ketika Hati Berucap [Tamat]
  • AFTER AKAD ✔️ (Sudah Terbit)
  • Azzam [Republish]
  • Ketulusan Cinta Aisyah - [Telah Terbit]
  • Takdir Cinta di Bawah Cahaya Ramadhan [END]✓
  • Bendahara VS Ketua Kelas✓
  • Lathifa [END]
  • "ASSALAAMUALAIKUM Habibati" _END_
  • TAKDIR CINTAKU

Kehidupan rumah tangga memanglah tidak mudah untuk dijalani. Tetapi memiliki seorang suami yang tidak meminta kesempurnaan istri, dan hanya mengharap rida Ilahi, tentu sudah pasti patut disyukuri. Barangkali demikian yang Aisyah rasakan. Di tengah ketidaksempurnaannya, sang suami berjanji atas nama Allah akan terus membersamainya sampai surga. Namun, bukankah kebahagiaan tak selamanya menghampiri kita? Mungkin demikian juga yang Aisyah rasakan. Hari, minggu, bulan, bahkan tahun yang terus bergulir membuat pertahanan Aisyah goyah. Ketika dia datang menjadi penengah di antara mereka tanpa pernah diduga, Aisyah kehilangan arah, semua langkah terasa salah, dan luka pun tidak lagi berdarah. Lalu, sebuah pertanyaan tercipta untuk nasibnya yang cukup malang. Wahai Aisyah, sang Humaira bagi suamimu, bagaimanakah keadaan hatimu? Tabahkan ia menghadapi dunia yang begitu menyiksa?

More details
WpActionLinkContent Guidelines