Unadaptable

Unadaptable

  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 2, 2019
Bagi Aldebarra Fahmi, kekuasaan bukanlah segalanya bagi hidup. Tetapi bagi Adia Arima Fashila kekuasan adalah segalanya bagi dirinya. Apa pun yang ia inginkan akan dengan mudah ia dapatkan, apa pun yang mengusiknya akan dengan mudah ditindas hanya karena kekuasan. Bagi Aldebarra Fahmi, kepintaran seseorang adalah segalanya karena dengan kepintaran apa pun akan mudah dicapai. Tetapi bagi Adia Arima Fashila kepintaran bukan segalanya karena harta kekayaan bisa mengalahkan segalanya. Bagi Aldebarra Fahmi, mengusik Adia sama saja dengan menjadi pembantu setianya. Fahmi harus menuruti perintah gadis angkuh tersebut apa pun itu ia harus mau, harus menuruti apa pun keinginan gadis bak dewi itu. Fahmi akan melakukan apa pun itu agar hak sekolah atas beasiswanya tidak dicabut oleh Adia yang memiliki kuasa tertinggi di sekolah. Fahmi dan Adia yang memiliki sifat atau sikap yang bertentangan namun selalu dekat itu membuat keduanya merasa janggal atas perasaan masing-masing. Apa pun yang mereka berdua lalui selalu bertentangan, berlawanan arah, tak pernah satu tujuan. Tetapi dari semua yang mereka lalui bersama belum menjamin bahwa akhirnya akan berakhir baik atau malah sebaliknya.
All Rights Reserved
#891
cupu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Fractured Cheerfulness (On Going)
  • Bad Boy Vs Cool Girl [END]
  • Nata, De & Coco
  • ALTERIO
  •   Dia nadine
  • Berandalan Galaksi ( END )
  • Bad boy is a good boy for me [END]
  • Daniel Owns Me

"Lo beneran bego, Fin. Gimana sih, gini aja lo ga ngerti-ngerti?" Satria menggelengkan kepala frustasi. Alfina cuma bisa cengengesan. "Jangan bosen ngajarin gue, ya." Di balik senyum yang tak pernah hilang, Alfina Adzra Wardana adalah anak yang terjebak di antara dua dunia. Dunia di mana dia terlihat ceria, ekstrovert, dan penuh semangat. Tapi ketika bel tanda pelajaran berbunyi, dia lebih memilih untuk menghindar daripada berhadapan dengan angka, rumus, atau teori-teori yang malah bikin pusing. Matematika? Ekonomi? Hanya kata-kata kosong yang dia coba terjemahkan dengan senyum yang terus dipaksakan. Satria, cowok yang dipaksa jadi tutor pribadi Alfina, udah sampai titik frustasi. "Lo bener-bener bego!" katanya, meskipun di balik itu, dia enggak bisa menahan rasa kagum pada dunia Alfina yang penuh warna dan seni. Karena ada satu hal yang Alfina tahu dengan pasti: dunia seni adalah tempat dia bisa bersinar. Setiap goresan kuas di kanvas adalah tempat dia bisa bebas, tanpa perlu penilaian orang lain. Tapi di rumah dan di sekolah, ada satu sosok yang terus dibandingkan dengan Alfina-adiknya Thalita, yang cerdas dan selalu jadi juara kelas. Alfina merasa dirinya selalu kalah. Di balik kebingungannya dan perasaan tak cukup, Alfina mencoba menemukan cara agar bisa berjuang untuk dirinya sendiri. Tapi, apakah itu cukup? Dan di tengah semua itu, apakah Satria, yang frustrasi mengajar, bisa melihat potensi besar dalam diri Alfina yang selama ini dia abaikan? Apakah Alfina bisa melepaskan diri dari bayang-bayang adiknya? Apakah Satria bisa melihat lebih dari sekadar kegagalannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines