Manja, Jangan Pergi! [Slow Update]

Manja, Jangan Pergi! [Slow Update]

  • WpView
    Odsłon 30,005
  • WpVote
    Głosy 763
  • WpPart
    Części 13
WpMetadataReadZakończone śr., cze 10, 2020
WpInfo
Fikcja
Romans
"Bani!!! kamu tega beneran tinggalin aku?"tanya si gadis dengan cemberut dan mata berkaca-kacanya, mau menangis. Seorang cowok bernama Bani itu menghembuskan nafas jengah. "Iya."jawab singkatnya yang hanya menengokkan sedikit kepalanya, tanpa berbalik badan. "kamu jahat!"rajuk si gadis itu dengan teriakan nya. kesal, kecewa, dan sedih ketika 'bunny' nya terlihat malas dan lelah menghadapi dirinya. Apa salah dirinya sih? ia hanya mau Bani tidak menengok ke wanita lain, hanya boleh menatap dirinya! Ia hanya mau Bani terus menggandeng nya, ia hanya mau Bani lembut dan tidak datar kepada dirinya, ia hanya mau Bani selalu memperhatikan dirinya! Baik dalam bercerita maupun mengadu. Tapi tadi apa? Bani terlihat tidak tertarik dengan dirinya! Ia sadar, ia bawel dan berisik. Apapun yang dia mau dan minta, harus ada dan terlaksana. Ia mau terus didengarkan! Egois? memang. Aku tak peduli. aku seperti itu? Ya memang itu aku, aku seperti itu. ~Keisya Putri Malati. Tukang ngerengek! Apa-apa harus ada, gak bisa susah sedikit, manja berlebihan, cengeng mudah nangis, untung cantik dan untung gue sayang, dasar! ~Bani Putra Pratama.
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
#272
manja
WpChevronRight
Dołącz do największej społeczności pisarskiejOtrzymuj spersonalizowane rekomendacje dzieł, zapisuj ulubione dzieła w bibliotece oraz komentuj i głosuj, aby rozwijać swoją społeczność.
Illustration

To może też polubisz

  • BarraKilla
  • KIARILHAM【END】
  • SAHABATKU TEMAN HIDUPKU.
  • Sweet Girl [COMPLETE]
  • Strong Girl Michella (END)
  • ALSTARAN [END]
  • Bersamamu
  • Because I'm Stupid (End)
  • Beautiful Tattoo (COMPLETED)

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

Więcej szczegółów
WpActionLinkWytyczne Treści