Crazy Life

Crazy Life

  • WpView
    Reads 109
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 27, 2019
Sudah 5 semester terlewati tapi kuliah di sini rasanya sangat singkat. Tidak terlalu membosankan karena ibu kos yang baik hati selalu menemaniku saat sedang tidak ada jam kuliah. Aku menganggapnya seperti ibuku sendiri. Kurang tidur, tidak bisa makan dengan teratur bahkan aku kadang salah fokus saat mengerjakan sesuatu. Kesibukan mengurus jasa photografer dan skripsi adalah penyebabnya. Alhasil aku pun jatuh sakit. Ibu kos menceramahiku panjang lebar sampai akhirnya dia bilang "ya sudah, ibu udah lama mau bilang ini ke kamu tapi gak sempat terus..." aku pun bertanya "ibu mau bilang apa? Aku diusir dari kos?","Ibu belum selesai ngomong, jangan dipotong terus atuh. Gini, ibu ingin kamu menikah dengan anak ibu" "apa!!!?" Ngeri gak? Pakai banget!
All Rights Reserved
#3
crazylovestory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Baby's Contract✓
  • Crazy Marriage
  • CACA (TAMAT)
  • Fase dalam Lingkaran [Selesai]
  • Behind The Smile (TERBIT)
  • Mr. Right For Now
  • FALLING IN LOVE
  • DOSENKU HOT SUGAR DADDY
  • Jomblo di eskul Pramuka

Cerita ini sudah tamat dan bisa kalian dapatkan versi lengkapnya di Karyakarsa kataromchick atau versi ebook di google playbook 'Faitna YA'. ~~~~ Teija Nero dan Nova Saki tidak pernah berharap dipersatukan dalam ikatan suci pernikahan. Mereka hanya terjebak dalam kondisi yang memantik kesalahpahaman semata. Katakan saja mereka berada dalam tempat dan kondisi yang tak beruntung, hingga harus dinikahkan dalam waktu singkat. Pernikahan itu bahkan dilaksanan saat mereka berada di penghujung masa SMA. Gila, bukan? Mana ada, sih, orang tua yang menikahkan putra dan putri mereka yang masih SMA? Jika kasusnya memang terjadi kehamilan, baik Teija dan Nova angkat tangan. Namun, kasus mereka berdua berbeda! Nova tidak hamil! Bahkan Teija saja belum sempat menyentuh bibir gadis itu, karena ibu Teija sudah keburu membuka kamarnya. Dalam kasus ini, Teija menyalahkan Nova. Karena permintaan gadis itu yang aneh, mereka menjadi terikat sepenuhnya. Namun, karena mereka masih sangat begitu muda, maka masih banyak kesempatan yang bisa dilakukan dengan membuat kesepakatan menjanjikan. "Kita nggak bisa diem aja, Teja!" "Terus mau apa? Kita udah sah juga." "Gue nggak mau masa muda ini sia-sia!" "Ya, terus apa???" "Let's make a deal. No, no, no! Bukan kesepakatan biasa. Kita harus bikin kontrak di atas materai! Selama kita masih pengen seneng-seneng di masa muda, no babies included in this marriage!" "Terus kalo mama kita repot minta cucu?" "Kita masukin ke poin kontraknya, babies included near our divorce!" Bisakah mereka berdua menjamin kedatangan bayi sesuai rencana?

More details
WpActionLinkContent Guidelines