MERAH
  • WpView
    Reads 960
  • WpVote
    Votes 162
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 19, 2023
Hidup di dunia ini, jika tidak memiliki masalah, rasanya mustahil. Masalah itu pasti ada, hanya porsi yang diberikan Tuhan berbeda-beda. Seperti gadis belia bernama, Arunika Rediana Swastamita. Di umurnya yang belia, dia dipaksa untuk menghadang ombak besar yang selalu memorak-porandakan hidupnya. Semakin ia mencoba untuk terlihat tegar, semakin batinnya merasakan sakit yang berkepanjangan. Selalu dianggap tidak ada oleh keluarganya. Selalu menjadi bayang-bayang saudari kembarnya. Sampai akhirnya, Tuhan merenggut sesuatu yang berharga untuknya. Ingin dirinya meraung kepada semesta. Mengeluh dengan apa yang menimpanya. Namun, rasanya sangat sia-sia. Ini jalan yang diberikan Tuhan untuk hidupnya. Mau tidak mau, dia harus menerima segalanya. Ia sangat yakin, Tuhan tidak akan memberikan ujian melebihi batas kemampuan hambanya.
All Rights Reserved
#231
rania
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [END] When the Stars are Tired
  • Senja Yang Sunyi
  • Bunda oline dan bayi tata
  • Cokelat love story (END)
  • Juan [REVISI]
  • Raina Maramitha
  • Bola Kaca
  • Changes a Lot
  • Jika esok Tak Pernah Ada

[TAMAT-LENGKAP] Vote dan komentar sangat diapresiasi😺 Di kota yang tidak pernah benar-benar tidur, di antara bangunan yang dibangun dari ambisi dan jalanan yang tak pernah mengizinkan langkah berhenti terlalu lama, ada dua jiwa yang terus berjalan bukan karena tahu arah, tetapi karena tak tahu bagaimana cara berhenti. Prawira Dirja Kartasasmita yang tumbuh terlalu cepat, terlalu sunyi, terlalu terbiasa membungkam isi hati demi memenuhi ekspektasi. Hidup dalam dunia yang menuntut ketegasan tanpa jeda, di mana keberhasilan adalah mata uang, dan kelembutan dianggap kelemahan. Bukti nyata bahkan jiwa yang paling terlatih pun, pada akhirnya, bisa lelah juga. Rania Dwijaswari Atmadja yang dibesarkan dengan cinta dan tawa keluarga. Anak tunggal yang belajar menjadi dewasa sebelum waktunya, tetapi sering lupa bertanya apakah dirinya baik-baik saja. Di balik senyumnya tersimpan pertanyaan sederhana: akankah ia menemukan dirinya lagi jika terlalu lama beristirahat? Dalam perjalanan panjang yang penuh kebetulan untuk mencari tempat rehat dari kungkungan ekspektasi, akankah dua jiwa ini menemukan alasan untuk tetap duduk, ataukah pintu untuk pergi terasa lebih mudah untuk dijalani? #2 di Romansa (30 Juli 2025)

More details
WpActionLinkContent Guidelines