We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Dokter Aditya

Dokter Aditya

  • WpView
    Reads 62
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 4, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"Bruukk, ..." Tubuhku terhempas ke lantai, tertubruk seseorang yang sangat tinggi. "Maaf, maaf. Saya tidak sengaja mbak," ujarnya sambil memberikan tangannya untuk membangunkanku. "Ah, tidak apa - apa ..." jawabku pertemuan singkat, akan kah menjadi sebuah hubungan? Story by : fera puspita
All Rights Reserved
#195
pekerjaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Black Rose
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • Two Hearts, One Mission [Complete]
  • Dua Cinta (Our Promise)
  • Bukan Mantan Pacar
  • Takdir Cinta Rania
  • Idiosyncrasy - [ Singto x Krist ]
  • The Affair ended Beautifull (End)
  • FASE

"Nanti siang Sarah datang. Dia ingin bermain bersama kakaknya." La Lembah memandang pesan singkat di layar ponselnya. Seperti ada yang menaburkan bubuk cabai di kelopak matanya, tetapi air matanya sudah terlanjur kering sejak lama. "Saya anak tunggal." Ketik Lembah. "Jangan egois. Dia adik kamu." Tawanya terdengar, tetapi bukan tawa bahagia seperti yang diharapkan semua orang. Tawa menyakitkan yang syarat akan kesakitan. "Dia anak papa, bukan adik saya." "Berkali-kali saya ingatkan, La Lembah adalah anak tunggal. Tidak punya saudara, termasuk adik dan juga kakak." "Dia anak papa, berarti juga adik kamu." "Dia memang anak papa, tapi bukan adik saya." "Bahkan jika bisa, saya ingin berhenti menjadi anak Anda." Matanya perih, tetapi tak ada satu tetes pun yang ke luar dari sana.

More details
WpActionLinkContent Guidelines