Pengagum Rahasia Mu

Pengagum Rahasia Mu

  • WpView
    Reads 63
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 13, 2020
Setelah keluar kelas. Aku langsung pakai sepatu hitamku. Terus lari "Oi mas tungguin napa?" Sekarang dia sudah ada di sampingku. "Ngapain nungguin orang gak jelas kayak kamu iwhh" ingin ku tampol aja manusia satu ini "Eh Riz, aku nebeng ya, ban montor ku bocor tadi" tiba-tiba mas Yuda nyamperin kami. Yuhuu betapa senang rasa hatii. "O-" belum sempat mas Rizky bicara buru-buru aku potong. "Eh kenalin nama ku Kiya, mas" sambil mengulurkan tangan kananku. Aku buat senyum semanis mungkin. Tapi mas Yuda hanya melihatku sekilas. Dan tidak merespon uluran tanganku:( Duh malu bener aku. Lamgsung aja aku tarik kembali tanganku. "Yaudah yok Yud" mas Rizky nileh ke belakang dan memperlihatkan senyumnya. Senyuman yang mengartikan sebuah ejekan. "Apa liat-liat" dan bukannya apa malah mas Rizky julurin lidah nya dan matanya lihat ke atas. Aku hanya manyun dan menghentak-hentakkan kakiku. Au ah Update tergantung mood dan vote kalian itu mood aku Makasih.. Salam dari akuh Cerita berisi teka teki yang mungkin tidak akan bisa kalian duga. Yang penasaran langsung aja cuss
All Rights Reserved
#18
kiya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Changed Life
  • Hate to love you - Tamat
  • Jangan Pergi, Ayi
  • NIKMATNYA PACAR TEMAN SENDIRI
  • DION DAN GABRIEL (BXB)
  • Amor Eterno
  • KANG ADI SEKSI

Halo, gue Reza Lingga Diputra. Biasa dipanggil Rez, anak 17 tahun yang lagi menikmati masa SMA dengan kehidupan yang, jujur aja, nggak terlalu seru. Kalau ini dijadiin cerita? Beuh, siapa juga yang mau baca? Sampai akhirnya... Ardan datang. Cowok 22 tahun itu tiba-tiba muncul dalam hidup gue, dan tanpa sadar, dia membawa kisah yang nggak pernah gue bayangkan sebelumnya. --- - Potongan Cerita - Pukul tiga pagi, kamar Jendra sunyi. Cahaya lampu tidur yang temaram menciptakan bayangan samar di dinding, sementara AC menghembuskan udara dingin yang menusuk kulit. Ardan menggeliat kecil, lalu berbalik-dan tanpa sengaja, tubuhnya bersentuhan dengan seseorang. Reza. Bocah itu, entah sadar atau tidak, memeluknya dari belakang. Lengan Reza melingkar di pinggangnya, napasnya teratur dalam lelap. Ardan sempat terdiam, bisa saja ini cuma refleks karena udara dingin. Tapi anehnya, ia tak ingin melepaskan pelukan itu. Perlahan, ia membalas. Tangannya terulur, mengacak-acak rambut Reza dengan lembut. "Dasar bocah satu ini," gumamnya pelan, senyum tipis tersungging di bibirnya. --- Mau tahu kelanjutannya? Jangan lupa vote dan lanjut baca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines