Stay With Me

Stay With Me

  • WpView
    Reads 176
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 3, 2020
Untung tak bisa diraih Malang tak bisa ditolak. Seperti juga siang & malam pertemuan & perpisahan adalah pasangan dalam kehidupan. Bahagia & derita adalah dua sisi dari koin yang sama. Tapi aku tak berani mengundi diri semua kemungkinan terbuka seperti pintu yang terbuka bagi perpisahan ini. Pria itu menutup buku antologi puisi yang sedang dia baca beberapa saat lalu. Setiap kali dia selesai membaca puisi pintu perpisahan, selalu saja rasa sakit yang sama datang menghantamnya bertubi-tubi. Dia sudah lupa, entah sudah berapa kali dia membaca puisi itu, tetapi dia tidak akan pernah lupa dengan kalimat yang selalu ia ucapkan setelahnya. "Setiap pertemuan, pasti ada perpisahan." Aku muak dengan pepatah itu. Bukannya marah atau mengutuk, aku hanya belum siap kehilangan dia. _GRW.
All Rights Reserved
#175
pertentangan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Penantian Hujan
  • Derana Duka (lengkap)
  • ARSHAWA [END]
  • AKSARA
  • ASING KARNA TAK LAGI BERSAMA
  • CERPEN (END)
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • My Precious Husband
  • Membumi(Tamat)
  • lOVe Story

Disaat ribuan kenangan yang tertinggal beberapa waktu lalu, ternyata belum terkubur jauh-jauh karena mungkin ini adalah kisah cinta yang terlalu cepat. Atau sebuah permainan kematian yang harus diselesaikan sebelum tgl 13 atau sebelum bulan purnama berakhir. Disaat semuanya diselimuti rasa takut, terjebak bersama iblis di sebuah rumah tua. "Mengapa pelangi itu cepat pudar? Hilang antah berantah tak ada kabar. Kini hati rindu resah, sulit tuk mengungkap rasa. Apakah hujan akan segera membawa kembali. Hati yang memantau cinta yang menanti." "Angin telah bertiup lalu, daun-daun kering menghilang sekejap..datang sekawanan debu yang menghalau mata bara api, hingga hadirlah secercah cahaya yang membuat bunga kembali berseri." Lalu kamu bukanlah Caesar, Mark Anthony atau pun Ptolomeus yang bengis dan sadis. Namun ini adalah kisah cinta seorang jurnalis yang manis dan sinis. Pertemuan singkat antara jurnalis muda dan arkeolog muda. Kekuatan dari segalanya tak akan berguna tanpa cinta. Aku ingat itu kawan. -Hujan kali ini membawaku pada kenangan sekaligus membawa kenangan itu pergi menjauh dariku. Itulah sebabnya aku menanti hujan reda-

More details
WpActionLinkContent Guidelines