Stay With Me

Stay With Me

  • WpView
    LECTURAS 176
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, ene 3, 2020
Untung tak bisa diraih Malang tak bisa ditolak. Seperti juga siang & malam pertemuan & perpisahan adalah pasangan dalam kehidupan. Bahagia & derita adalah dua sisi dari koin yang sama. Tapi aku tak berani mengundi diri semua kemungkinan terbuka seperti pintu yang terbuka bagi perpisahan ini. Pria itu menutup buku antologi puisi yang sedang dia baca beberapa saat lalu. Setiap kali dia selesai membaca puisi pintu perpisahan, selalu saja rasa sakit yang sama datang menghantamnya bertubi-tubi. Dia sudah lupa, entah sudah berapa kali dia membaca puisi itu, tetapi dia tidak akan pernah lupa dengan kalimat yang selalu ia ucapkan setelahnya. "Setiap pertemuan, pasti ada perpisahan." Aku muak dengan pepatah itu. Bukannya marah atau mengutuk, aku hanya belum siap kehilangan dia. _GRW.
Todos los derechos reservados
#161
pertentangan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • Membumi(Tamat)
  • Di Atas Kasta
  • My Precious Husband
  • Segelas Berdua
  • Derana Duka (lengkap)
  • Penantian Hujan
  • lOVe Story
  • Setia Di Hati (Selesai)
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]

[ CERITA DIPRIVASI ] Semua orang berlomba bergaya, bekerja, berkomunikasi demi mendapatkan satu rasa yang disebut; Cinta. Hingga lupa pada takdir yang tak selalu menuruti kehendak, sebab ada empunya. Kalau saja cinta selalu seindah bait puisi milik Penyair ternama, mungkin perjuangan benar tak ada artinya. Namun, lagi-lagi, konspirasi alam tak pernah memiliki jadwal. 'Ia' berputar semaunya. Mengitari manusia yang tanpa tahu malu terus berangan. Atau ... justru mendukung mereka para pesimis. Apakah ketika mencintai, kau selalu siap dengan patah hatinya? Hei, kedua hal itu adalah paket wajib yang tak akan bisa kau pilih salah satu. Percayalah, senikmat apa pun cinta yang kaurasa hari ini, kelak alam akan memintanya untuk menghancurkanmu. Menjadi kepingan raga, rasa yang hancur dan kau menderita. Apakah menakutkan? Tidak. Karena manusia selalu merasa dirinya yang terhebat. Berpikir mampu bertahan dalam duka yang teramat. Berangan mampu mengubah cinta menyiksa menjadi bahagia penuh euforia. Bukankah manusia itu makhluk paling serakah? Ia tidak pernah berpikir, kalau segala sesuatu memiliki batas. Kecuali, Sang Pencipta. Maka, beginilah ritmenya; Cinta-->Bahagia-->Jenuh-->Luka-->Mengakhiri/Memperbaiki? Selamat Membaca! Salam, Curious_ Ditulis-Diakhiri: Maret 2017

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido