Domba Melingkar

Domba Melingkar

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 14, 2023
Bin(a)tang terlucu di kelasnya. Mulut yang selalu terbuka di tiap harinya diselingi lekuk senyum di bibir tipisnya. Pelajar dan domba punya niat yang sama, memberontak tanpa tahu arah dan tanpa peduli penjaga. Kehidupan pelajar sama semerawutnya dengan bulu domba yang tidak dikawal seiring arah. Disini para pelajar menelan buku tebal beratus halaman, seperti domba yang menelan rumput tidak bertuan. Ketiga pelajar SMA yang mencari sesuatu yang disuka terhalang sulitnya Try Out yang membeludak. Sulitnya halaman dari tiap buku pelajaran membuat ketiga pelajar SMA ini tahu caranya meluruskan tujuan, keinginan, dan sekaligus bulu domba adu yang tetangganya miliki.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Day Of The Dead
  • We VS Senior
  • TIGA MERPATI
  • [ALS] - Antara Langit dan Samudra
  • Choose Your Choice | End ✔️
  • AKSENIO
  • Velocity In Love
  • Cinta Beda Agama || Antara Masjid Dan Gereja

Skay, seorang siswa yang menyimpan luka trauma mendalam, mencoba menjalani "normalitas" di SMA khusus cowok. Setiap sudut sekolah terasa asing, setiap bisikan bagai mengikis sisa-sisa dirinya. Terbiasa diabaikan atau ditatap iba, Skay hanya ingin menghilang. Namun, kedatangan seorang siswa baru yang polos dan lugu, Linus, justru menarik perhatian Dewa, si penguasa koridor yang kejam. Skay tahu, ketenangan semu yang ia cari akan segera terenggut. Di tengah hari-hari yang suram, Skay menemukan tempat pelarian di atap sekolah. Sebuah tempat sepi yang selalu ia anggap miliknya sendiri. Namun, ketenangan itu terusik oleh kehadiran Devano, seorang pembuat onar dengan rambut pirang acak-acakan dan mata setajam elang. Devano, dengan ejekan tengil dan tatapan menggoda yang terang-terangan, selalu berhasil memancing Skay keluar dari cangkangnya. Devano, yang terbiasa mendapatkan segalanya dengan mudah, justru tertarik pada sosok Skay yang dingin dan misterius. Baginya, Skay seperti teka-teki yang harus dipecahkan, sebuah tantangan di antara rutinitas perkelahian dan reputasinya sebagai berandalan. Di balik ejekan dan godaan yang intens, Devano menemukan sesuatu yang menarik di dalam Skay, sesuatu yang tak bisa ia lepaskan. Seiring berjalannya waktu, interaksi penuh godaan di atap sekolah perlahan membuka dinding pertahanan Skay. Devano mulai melihat lebih dari sekadar "hantu tampan" yang trauma, sementara Skay mulai merasakan denyut kehidupan yang berbeda di hadapan Devano. Namun, masa lalu kelam yang terus menghantui Skay, serta intrik dan kekuasaan di sekolah, mengancam untuk menarik keduanya ke dalam jurang yang lebih dalam. Apakah Devano bisa menembus trauma Skay? Dan bisakah hubungan yang tumbuh dari ejekan dan ketegangan ini bertahan di tengah bayang-bayang masa lalu yang mengerikan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines