Story cover for BAB SATU by andxntea
BAB SATU
  • WpView
    Reads 510
  • WpVote
    Votes 62
  • WpPart
    Parts 13
  • WpView
    Reads 510
  • WpVote
    Votes 62
  • WpPart
    Parts 13
Ongoing, First published Sep 29, 2019
Genre : Action - Criminal


Sejak divisi mereka dimutasi ke Surabaya untuk mengusut kasus lama, mereka mulai menyadari bahwa Abimanyu lebih dari sekedar kasus biasa. Saling melempar umpan ke lembaga membuat fakta demi fakta terungkap oleh media massa.

Mereka mulai mengerti, hukuman yang paling sepadan adalah penghancuran mental dan jiwa. Lagipula jika manusia kehilangan akal sehatnya, hukum di Indonesia akan lebih beringas dari apa yang para kriminal itu lakukan terhadap korbannya.


- BAB SATU -

052020
©embungurun
All Rights Reserved
Sign up to add BAB SATU to your library and receive updates
or
#17action-thriller
Content Guidelines
You may also like
AMETHYST by ZalfaRazafa
2 parts Ongoing
by ZalfaRazafa Genre: Aksi-Misteri-Romance-kriminalitas Start: 19 Januari 2026 Cover by Canva & Ggemini ___________ Sinopsis: Di mata polisi, itu hanya debu. Di mata Qhaisara Zephania, itu adalah tanda tangan seorang pembunuh. ​Qhaisara tidak pernah menyangka bahwa karier jurnalistiknya akan membawanya berdiri di garis kuning kepolisian sesering ini. Di saat para detektif sibuk mencari sidik jari, mata tajam Qhaisara justru terpaku pada kilau ungu mikroskopis yang selalu tertinggal pada setiap korban. Sebuah detail yang tak masuk akal, yang terus diabaikan oleh pihak berwenang sebagai gangguan belaka. ​Ghazy Aksadewa hadir dengan arogansi seorang profesional yang hanya percaya pada pola dan probabilitas. Baginya, bantuan dari seorang reporter berhijab adalah penghinaan terhadap logikanya. Namun, setiap kali ia mencoba menutup kasus, "cocoklogi" liarnya selalu membentur tembok, dan hanya petunjuk kecil milik Qhaisara yang mampu membukakan jalan. ​Saat keduanya terpaksa bersatu demi mengejar bayangan yang tak pernah tertangkap mata, mereka menyadari bahwa mereka tidak sedang memburu pembunuh biasa. Mereka sedang menggali sesuatu yang seharusnya tetap terkubur. ​Di antara dinginnya ruang forensik dan panasnya pengejaran, Ghazy mulai merasakan sesuatu yang jauh lebih sulit dipecahkan daripada kasus mana pun. Sementara bagi Qhaisara, kebenaran bukan lagi sekadar berita utama-ini adalah labirin yang mulai mengaburkan batasan antara profesionalisme dan perasaan yang tak ia mengerti. ^______^
You may also like
Slide 1 of 9
AMETHYST cover
Die in Seven Days [END]✔ cover
Accidentally Detective cover
My True Me (END) cover
Kupu-Kupu Patah Sayap cover
[✔] V : RETALIATION ( Kisah di Balik Penjara) cover
Hilang dalam Mega Mendung [Action - SELESAI] cover
Unfortunate cover
THE ROGUE : Come Up To The Surface (END) cover

AMETHYST

2 parts Ongoing

by ZalfaRazafa Genre: Aksi-Misteri-Romance-kriminalitas Start: 19 Januari 2026 Cover by Canva & Ggemini ___________ Sinopsis: Di mata polisi, itu hanya debu. Di mata Qhaisara Zephania, itu adalah tanda tangan seorang pembunuh. ​Qhaisara tidak pernah menyangka bahwa karier jurnalistiknya akan membawanya berdiri di garis kuning kepolisian sesering ini. Di saat para detektif sibuk mencari sidik jari, mata tajam Qhaisara justru terpaku pada kilau ungu mikroskopis yang selalu tertinggal pada setiap korban. Sebuah detail yang tak masuk akal, yang terus diabaikan oleh pihak berwenang sebagai gangguan belaka. ​Ghazy Aksadewa hadir dengan arogansi seorang profesional yang hanya percaya pada pola dan probabilitas. Baginya, bantuan dari seorang reporter berhijab adalah penghinaan terhadap logikanya. Namun, setiap kali ia mencoba menutup kasus, "cocoklogi" liarnya selalu membentur tembok, dan hanya petunjuk kecil milik Qhaisara yang mampu membukakan jalan. ​Saat keduanya terpaksa bersatu demi mengejar bayangan yang tak pernah tertangkap mata, mereka menyadari bahwa mereka tidak sedang memburu pembunuh biasa. Mereka sedang menggali sesuatu yang seharusnya tetap terkubur. ​Di antara dinginnya ruang forensik dan panasnya pengejaran, Ghazy mulai merasakan sesuatu yang jauh lebih sulit dipecahkan daripada kasus mana pun. Sementara bagi Qhaisara, kebenaran bukan lagi sekadar berita utama-ini adalah labirin yang mulai mengaburkan batasan antara profesionalisme dan perasaan yang tak ia mengerti. ^______^