luna.
  • WpView
    Reads 140
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 2, 2020
Kisah sedih yang mengubah segalanya. Segalanya berubah termasuk diriku sendiri Cerita ini menceritakan tentang seorang anak perempuan bernama Luna. Bayi kecil mungil itu baru saja lahir, namun ia harus merasakan pedihnya kehidupan pada saat itu juga. Setelah beranjak dewasa ia menjadi perempuan cantik, ia hanya tinggal bersama ayahnya yang sudah pensiun. Ia ingin sekali membanggakan ayahnya. Namun, sebelum ia dapat membahagiakan ayahnya... Kabar buruk menimpanya. Apakah Joluna bisa bertahan tanpa orangtua? Apakah dia akan bisa mengatur hidupnya di negara orang lain? Mungkin ya. Terbit hari Sabtu.
All Rights Reserved
#551
khayalan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Untuk Ayah
  • Seribu Kisah | | GORESAN PESAN [COMPLETED]
  • Baby İo
  • Effort ( COMPLETED )
  • Origami Alfiolita (End)
  • Jejak Di Antara Bayangan [END]
  • Dependency ✓ [Sudah Terbit]
  • The Best Of Miracle
  • Luna

( S E L E S A I ) Alena, seorang gadis yang kehidupannya nyaris sempurna. Memiliki seorang Ayah yang sangat menyayanginya, Ibu yang selalu menyiapkan sarapan dan makan malam bersama, kakak perempuan yang populer dengan kecantikan dan kepintarannya, bahkan dirinya selalu mendapat juara 1 di setiap perlombaan cipta puisi. Tapi ternyata waktu terus berlalu, setiap manusia berubah seiring detik dan detak yang berbunyi. Usianya yang menginjak remaja di Sekolah Menengah Pertama, hari-harinya mulai dirasa sepi, hanya Ayahnya yang bersedia menemani dan mengerti. Selalu begitu, rata-rata memang anak perempuanlah yang paling dekat dengan sosok Ayah. Tapi bagaimana jika tuhan lebih menyayangi laki-laki yang selalu ada untuk gadis kecilnya? Bagaimana jika saat bahagia itu ada saat itu pula tuhan hentikan detaknya tapi detik terus berubah menit, jam, hari, dan begitu seterusnya? Cerita singkat ini ditulis untuk kita memaknai suatu peristiwa, menghargai waktu yang ada, berdiri di masa kini, serta sejenak menyingkirkan ketakutan masa lalu dan masa depan. Nikmati dengan secangkir teh dikala matahari terbenam, agar kamu tahu bagaimana senja sekejap lewat untuk sekadar memberi damai. Selamat membaca! Penulis Frisca Octavian

More details
WpActionLinkContent Guidelines