Jejak Si Roy

Jejak Si Roy

  • WpView
    Reads 276
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 1, 2025
Setiap orang punya jalan hidupnya sendiri-sendiri. Ga perlu iri, benci, apalagi berprasangka yang tidak-tidak. Bukankah lebih melegakan jika kita mengikhlaskan semuanya. Dan aduhai, adakah kebahagiaan yang lebih tinggi dari pada kedamaian di hati? -Anonymous 'Jejak Si Roy' berisi opini dan pengalaman penulis dalam menghadapi kehidupan. Ditulis bukan bermaksud untuk menggurui siapapun, namun agar siapapun bisa belajar dari pengalaman yang dialami penulis. Dan terakhir, aturan penting sebelum membaca tulisan di buku ini: Jangan mencari tahu siapa tokoh-tokoh yang hadir dalam buku ini. Mereka memiliki jalan hidup masing-masing sekarang dan amat tidak elok mengganggunya. Jika ada salah satu pembaca yang mengenal mereka ataupun penulis di kehidupan nyata, mohon Keep Silent. Kecuali tokoh tersebut tiba-tiba menampakan diri dan memberikan pendapat menurut pandangannya, itu tidak masalah. Jika ada yang melanggar, jangan salahkan penulis meng-unpublish cerita ini. Terima kasih atas pengertiannya. Semoga pengalaman dan opini penulis ini bisa memberikan kesan yang bermakna ^_^
All Rights Reserved
#525
opini
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Antara Tawa dan Tragedi (REVISI!)
  • Kau Akan Temukanku Digaris terdepan
  • OneShot
  • Bulan Dan Bintang
  • PENGALAMAN KU, KISAH DIA
  • Don't  Fall  For  The  Golden  Boy  (DAENGSUNG/MYUNGNYANGZ)
  • only he is the one i want [ lilynn ]

Di balik semarak kehidupan remaja masa kini-dengan media sosial, deretan target nilai sempurna, dan tawa di antara bangku sekolah-tersimpan cerita yang tak terucap. Dulu, namanya adalah tawa. Gemericik riang yang tak pernah pudar, seolah hidup hanya tentang matahari dan permen kapas. Nasya Zevillia Alesya, gadis dengan senyum selebar cakrawala, tak pernah tahu bahwa di sudut takdir, sebuah badai telah menunggu. Badai yang akan merenggut suaranya, mematahkan langkahnya, dan mengukir luka tak berdarah di kedalaman jiwanya. Ia akan belajar bahwa hidup adalah rangkaian kehilangan, bahwa cinta bisa datang dari tempat tak terduga, dan bahwa ingatan-bahkan yang paling menyakitkan sekalipun-adalah kunci untuk menemukan siapa dirinya yang sesungguhnya. Sebelum semua itu terjadi, dia hanyalah seorang gadis yang mengira dunia itu sederhana. Ia belum tahu, bagaimana rasanya menjadi bekas luka tak berdarah. Ini bukan hanya kisah tentang tumbuh dewasa. Ini kisah tentang bertahan-dengan tawa, air mata, dan luka yang belum sembuh. oOo "Dia bilang mataku sayu seperti dihantui, aku bilang aku tidak tidur, karena mimpi-mimpi ku hancur."

More details
WpActionLinkContent Guidelines