Imam Idaman (END)

Imam Idaman (END)

  • WpView
    LECTURAS 110,261
  • WpVote
    Votos 6,364
  • WpPart
    Partes 25
WpMetadataReadConcluida sáb, jul 25, 2020
WpInfo
Ficción
Romance
Mengagumi seseorang dengan berlebihan. Dari mengikuti instagram nya, melihat acaranya, bahkan sampai berdoa untuk berjodoh dengannya. Hingga sebuah takdir seakan menjawab dan mengabulkan doanya. Tapi, bukan berarti tidak ada rintangan yang akan menghadang. Itulah kisah Uzma Mufida yang mengagumi Fahmi Al Fathur dengan sangat. "Suatu saat nanti kau kan mencintaiku." Story by: @nisaramadan @nisarmdns Cover by: @sagitadev_30
Todos los derechos reservados
#655
idola
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Cinta Dalam Do'a {SELESAI}
  • Perihal Mengikhlaskanmu [TAMAT]
  • MENJAGAMU LEWAT DOA
  • Accidentally Wedding (TAMAT)
  • KCI 1.1 [Pengagum-Mu] -SELESAI-
  • Cinta Gelap Pak Ustadz Muda
  • Rindu yang Tak Berujung (Selesai)
  • 1. Diam Dalam Cinta (end)
  • Arta & Azkia
  • Ali & Fatimah

(Belum Revisi) Sebagian part dihapus, karena sudah ending. "Barang siapa memberi karena ALLAH, menolak karena ALLAH, mencintai karena ALLAH, membenci karena ALLAH, dan menikah karena ALLAH, maka sempurnalah imannya." (HR. Abu Dawud) "Aku mencintaimu karena agama yang ada padamu. Jika kau hilangkan agama dalam dirimu, maka hilanglah pula cintaku padamu." {Imam Nawawi} Kembali di pertemukan dengan Alif, membuat Fatimah sangat bersyukur. Alif adalah lelaki yang ia cintai dalam diam sejak dulu. Namun, cinta dalam diam Fatimah selama bertahun-tahun kepada Alif harus hancur seketika, saat Fatimah melihat Alif mengucapkan kata 'khitbah' kepada adiknya, Aisyah, yang di vonis sakit leukimia. "Saya ingin meng-Khitbah anak Ibu." Satu kalimat yang membuat sekujur tubuh Fatimah membeku. Fatimah harus siap melupakan Alif. Bagaimanapun juga, Alif bukanlah lelaki yang di takdirkan untuk menjadi imamnya. Di saat yang sama, orang yang ada di masa lalu kembali hadir di dalam kehidupan Fatimah. Muhammad Habib Al-Ali Ibrahim, sahabat waktu kecil yang Fatimah rindukan. Ali yang mencintai Fatimah sejak mereka kecil harus menerima sebuah kenyataan, bahwa orang yang dia cintai mencintai orang lain. Sesakit inikah menyimpan rasa sendirian? Terkadang takdir menyakiti kita, dan membuat kita seakan tidak berdaya. Tetapi percayalah, pelangi akan datang setelah turunnya hujan. "Saat aku menyebut namamu dalam do'aku, memohon agar kelak Allah mempersatukan kita. Namun, jika suatu saat Allah tidak mempersatukan kita, aku harus berusaha ikhlas. Mungkin kita hanya ditakdirkan untuk bertemu, namun tidak untuk bersatu. Sebab, tidak hanya aku yang menyebut namamu dalam do'a, ikhlas adalah cara terbaik mencintai karena Allah." -Fatimah Az-Zahra- -Utamakan Sholat Dan Membaca Al-Qur'an Dalam Segala Hal- ⛔Di Larang copy paste⛔ Allah Maha Melihat. Rabu, 28-Maret-2018 // 10 Rajab.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido