With One Water

With One Water

  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing<5 mins
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 8, 2019
Ketika Adab dan Akhlak yang berperan,disitulah manusia akan menemukan titik ketidak masuk akal yang dialami kuasaNya.. Seorang santri sedang membersihkan aquarium gurunya,ia memandang ikan arwana dgn takjub.tak sadar gurunya sedang berada dibelakangnya, "Kmu tahu berapa harga ikan itu"tanya sang guru "Tidak tahu guru"jawab murid "Coba tawarkan kpd tetangga sebelah!!"perintah sang guru Ia foto ikan tersebut dan menawarkan ketetangga. Kemudian kembali menghadap gurunya, "Ditawar berapa nak?"tanya sang guru "50.000 rbu guru" jwb simurid mantap "Coba tawarkan ketoko ikan hias!"perintah gurunya lg "Baiklah guru"jwb simurid.kemudian ia beranjak ketoko ikan hias "Berapa ia menawarkan ikan itu?"tnya sang guru "800.000 rupiah guru"jwb si murid dgn gembira,ia mengira sang guru akan melepaskan ikan itu. "Sekarang cba tawarkan kesi fulan,bawa ini sebagai bukti bahwa ikan itu sdh pernah ikut lomba"perintah sang guru lagi "Baik guru"jwb si murid Kemudian ia pergi menemui si fulan yg dikatakan gurunya.setelah selesai,ia pulang menghadap sang guru. "Berapa ia menawarkan ikannya?" "15 jta rupiah guru"ia terkejut sendiri menyaksikan harga satu ikan yg bisa berbeda". "Nak,aku sedang mengajarkan kepadamu bahwa kamu akan dihargai dgn benar ketika kamu berapa dilingkungan yg tepat.oleh karena itu jgn pernah kamu tinggal dilingkungan yg tidak tepat lalu marah karena tidak ada yg menghargaimu,mereka yg tahu nilai kamu itulah yg akan selalu menghargaimu".
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The unexpected love story [Completed]
  • 𝐐𝐮𝐞𝐞𝐧 𝐎𝐟 𝐑𝐚𝐣𝐯𝐚𝐧𝐬𝐡
  • Tum sirf hamari ho 18+
  • Yearning Hearts - a saga of destiny
  • 𝐈𝐒𝐇𝐐 𝐈𝐒 𝐑𝐈𝐒𝐊
  • UNCOUTHLY ATTACHED
  • Inquilab (Complete ✅)

Siphosethu "She will leave today with you! and we will make sure they get married tomorrow" Me"But I am only 18" My Mother hugged me, she said all she could to convince everyone that getting me married at 18 isn't fair . But my Father owed his father cows and it was only fair to give his daughter away to pay this debt . "Nje nani nibona, azange waphathwa yindoda engaze wa zekwa" "Yintombi enyulu" Yes my innocence were being paraded like it was Black Friday . Jola"Uyindoda emadodeni wena Radebe" "Bayohamba kule veki ilandelayo, beqala ubomi ubutsha bobabini. Ebe keyena unya ephangela, kodwa intombi iyakifundameza ikhaya. Ize ibentse azele abafana" Me"Tata!" My dad smiled at me, he was so proud of me for being a virgin, a virgin that will be given away to marry a guy I've never met, a virgin that will be a housewife and well give him children. Ziphozethu "Nooooo! Zee its still early " My friends believe in calling me the life of the party, they love how spontaneous I am and how carefree I am. Me"Nope, Its almost 4 you guys" The guys we were with tried convincing me with more vodka to stay. Lerato"Tshomi please stay" Me"How about we return tomorrow? drinks on me" Club literally going up on a tuesday, I am your typical nineteen year old. I rebel every now and then, I leave alone in Central Port Elizabeth . I don't remember much about my childhood or my parents, I work as a waitress at a nearby restaurant. A lot in my life doesn't make sense, but one thing I know is; I am happy and everything else doesn't matter. Two girls Two different characters One carefree One a housewife Life is not always what it looks like, and behind every smile is hardship that stays hidden. *********

More details
WpActionLinkContent Guidelines