Cerita ini sederhana, seperti judulnya. Menceritakan insan yang sederhana. Seperti debu dan titik. Karena sejatinya semua orang itu tak lebih dari sebutir debu yang terhembus angin dimata Tuhan- Nya. Tiada arah, lemah, kecil & tak berdaya, serta tidak ada seorangpun manusia yang putih bersih seperti kertas, tanpa meninggalkan setitik noda yang tergores ( Kecuali para Nabi & Rasul, Wallahua'lam).
Begitupun juga dengan Saya, yang hanya insan biasa, yang masih belum bisa istiqamah dalam kebaikan. Tak bisa dipungkiri hal itu berpengaruh pada tulisan ini, baik dalam aturan penulisan kata maupun dalam konsteks kalimatnya maka tolonglah untuk dimaklumi dan diambil positifnya saja ya.
Kalau begitu Kita mulai saja ceritanya. Semua ini berawal dari seorang gadis bernama Andini. Siswi pindahan dari Kudus yang harus bisa beradaptasi dengan lingkungan sekolah barunya. Belum lagi, Ia harus bisa menghadapi komentar- komentar negatif dari teman- teman barunya. Terutama dari seseorang yang tidak suka dengan dirinya, yaitu Aditya Rizki Dirgantara. Cowok famous yang bisa dibilang jenius itu membuat tak seorangpun siswi disekolah itu yang tidak tunduk dan tersipu jika dihadapannya. Lalu bagaimanakah dengan Andini? Bagaimana perjalanan mereka?
Sekedar mengingatkan.
Harap baca cerita ini setelah melaksanakan kewajiban kalian, seperti yang muslim sehabis salat dan membaca Al- Qur'an, cerita ini hanya selingan untuk kalian ketika waktu luang dan saya harap kalian dapat mengambil pesan dari setiap bagian cerita yang saya tulis ini.
Terimakasih dan selamat membaca.
{Completed}
Alesya, nama yang sederhana tapi sifat yang ia miliki tidaklah sesederhana yang dibayangkan. Dan ya... Bagaimana bisa tanpa pikir panjang ia menyatakan cintanya ke orang asing yang baru ditemuinya?!
"Gue suka sama lo! A-ayo pacaran!" teriak Alesya di lapangan basket setelah bel pulang sekolah berbunyi.
Lihat? Benar-benar tidak masuk akal.
Lelaki yang berdiri dihadapannya langsung berbalik, lalu menggaruk tengkuknya sambil tersenyum tipis. "Maaf, tapi 'suka' hanyalah perasaan sesaat yang datang karena nafsu."
Alesya tertegun, lelaki itu kembali membuka suaranya. "Lagipula...."
"Pacaran itu artinya mendekati zina, dan tidak ada kebahagiaan di dalam hubungan haram," lanjutnya sembari melebarkan senyuman.
•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•
Tentang penulis :
Penyuka hujan dan makanan pedas, perempuan pemalu berkedok introvert dan orang yang menginginkan kehidupan tenang bersama para kucing.
Semoga kalian suka dengan Teenfiction karyaku ini💚
Enjoy yaa~