Unstable

Unstable

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 30, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Tagsremaja
Aku wanita yang selalu mencintaimu dalam diamku, maaf aku memang bukan perempuan yang istimewa wajar jika aku sangat tidak pantas untuk memilikimu, tersiksa sebenarnya menyayangi sendiri tanpa tau perasaanmu padaku, sebenarnya aku tak mengharapkan balasan apapun darimu,karena aku sadar diri sebab aku hanya mencintai soal memiliki sepertinya tidak,kamu adalah sosok pria yang saat kau melewati suatu tempat maka banyak wanita yang akan melirikmu, sementara aku? aku hanyalah wanita biasa yang terkadang tidak dipedulikan keberadaannya. aku mencintaimu tulus tanpa mengharapkan apapun darimu,aku tidak hanya siap untuk jatuh Cinta tetapi aku sudah siap cintaku dijatuhkan,sedih memang ada terkadang hati mengharapkan lebih dari sekedar mencintai,aku tau tuhan terkadang mempertemukan orang kemudian dipisahkan namun aku berharap kepada tuhan agar kamu diciptakan bukan hanya sekedar singgah tetapi jadi rumah yang sangat nyaman saat aku menetap didalamnya. wahai sang pemilik hati, aku ingin kau membolak-balik kan hatinya agar dia bisa melihat bahwa ada aku disini,ada aku wanita yang selalu menanti perasaan yang sama darinya, entah sampai kapan aku harus cinta sendirian seperti ini yang jelas aku akan tetap mengagumimu, jika nantinya aku tidak mendapatkan apa-apa aku hanya bisa berprasangka baik kepada tuhan bahwa ia sedang merancang rencana Indah untuk hidupku kedepannya
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You're Here, But Not For Me
  • Akar dan Ranting
  • Remaja
  • Full Of Scratches
  • Sekali Lagi (End)
  • SalFlo
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • Jatuh Cinta Diam-Diam
  • Kamu

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.

More details
WpActionLinkContent Guidelines