Kelana Pertiwi

Kelana Pertiwi

  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 9, 2022
Kairav, seorang pemuda biasa yang sangat mencintai tanah kelahiran serta kebudayaan yang ada di dalamnya. Dia menjalani kehidupannya layaknya pemuda seusianya, diberkahi sahabat yang selalu ada di sisinya, orang tua penyayang, dan lingkungan yang damai. Setidaknya itulah yang ada dalam pikirannya. Tapi suatu ketika, semua keadaan itu berubah, saat Kairav membaca surat wasiat dari kakeknya. Surat wasiat itu mengubah pandangannya dan juga tujuan hidupnya. Dia pun akhirnya memutuskan untuk memenuhi panggilan dalam surat wasiat kakeknya. Bersamaan dengan surat wasiat, terdapat sebuah kalung. Bentuknya cukup sederhana seperti kalung pada umumnya, hanya saja kalung ini memiliki pesan tertulis di bagian belakang. Kairav tidak tahu arti dari tulisan tersebut, sepertinya inilah pesan dari kakeknya untuk ia selesaikan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JATUH GAK CUMAN SEKALI
  • Sejenak Luka
  • SOMETIMES
  • Rahasia di Balik Senyumnya
  • Paradise
  • Lengkara
  • Marry Me If You Dare (End)
  • Luna

Siap! Aku bikin versi yang lebih gokil, penuh lawakan, dan bikin penasaran banget: "JATUH GAK CUMAN SEKALI" Zea cuma pengen sekolah dengan tenang. Tapi, hidup? Ah, dia kayak sinyal WiFi di dalam hutan nggak pernah stabil. Seminggu sebelum MPLS, Zea jatuh dari motor. Hasilnya? Badan lecet-lecet, jalan pincang kayak robot yang kehabisan baterai. Tapi semangat Zea? Tetap nyala, walau kakinya bilang, "Tolong, kasih aku istirahat dong!" Dengan gaya jalan ala zombie setengah patah itu, dia berangkat ke sekolah. Eh, siapa sangka? Itu baru babak pembuka dari drama kehidupan ala Zea. Mulai dari dipanggil "Pincang" oleh Gavin, cowok OSIS yang ngeselin tapi entah kenapa bikin Zea pengen ngelempar sepatu eh, tapi sepatu lagi di kaki yang pincang, jadi nggak bisa. Trus, dia nyasar ke UKS dan ketemu Rafael, kakak kelas yang gantengnya level dewa, sopannya level malaikat, bikin Zea hampir lupa kalau kakinya masih sakit. Drama makin kencang! Ada Acel, si jenius yang bablas soal cinta katanya paham, tapi prakteknya? Duh, bikin kita ketawa sampe perut keram. Terus Alenna, kakak sirkel yang super dewasa dia satu-satunya yang kayak alarm darurat kalau semuanya mulai kacau. Dan Arlan, cowok yang lebih sering nongkrong sama Gavin daripada ngurusin dirinya sendiri. Jadi, hidup SMA itu bukan cuma soal ngerjain PR, nilai, atau guru killer yang galak. Tapi soal patah hati yang nggak keliatan, tawa yang pecah-pecah, dan sahabat yang kadang lebih bikin pusing daripada pelajaran matematika. Pelajaran paling penting buat Zea? Ternyata yang paling bahaya bukan luka di kaki yang bikin jalan pincang. Tapi luka di hati yang datang tanpa peringatan dan itu jauh lebih nyesek daripada jatuh dari motor.

More details
WpActionLinkContent Guidelines