Kisah Ku

Kisah Ku

  • WpView
    Reads 67
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 10, 2020
WpInfo
Fanfic
EXO
Yovindia gindara. Aku pernah jatuhcinta, pernah jga merasakan cinta bertepuk sebelah tangan, pernah PDKT (pernah dekat kemudian terlupakan) 😥, pernah PHPin cwok2 "Yah sok kecantikan aku😂", Pernah jga selingkuh. Cuma penasaran aja rasa selingkuh itu seperti apa. Ya jadinya aku coba deh. Rasanya itu pahit eh salah deng. Manis kok kayak senyum nya Sehun EXO. Sehun itu cwok genteng yg pernah aku temuin "kayak pernah ketemu aja" :v Eh kok jadi bahas Sehun si, balik lagi ke leptop. Selingkuh itu ..... Nggk mau banyak cincong dulu deh aku. Klw mau tau kelanjutannya kisah ku, ya silahkan baca
All Rights Reserved
#632
pacaran
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Love You, But ... ✓
  • ℝ𝔼𝕍𝔸𝕃ℤ𝔼ℕ 𝔸𝔼ℝ𝕃𝔸ℕ𝔾𝔾𝔸 //𝑅𝑒𝑣𝑖𝑠𝑖\\
  • Arsyilazka
  • HAVEN
  • The Altering Summer
  • SERENDIPITY (Jungkok & Yumna)
  • ZeanAra Love Hate [End]
  • NOJAM & JAEMIN
  • DikaRanggi
  • Natto dan Perjodohannya

Orang-orang berpikir Lee Seokmin adalah cowok yang Yuna suka dan Kwon Soonyoung adalah kebalikannya. Karena Yuna selalu tersenyum dan akrab dengan Seokmin, sedangkan pada Soonyoung seperti musuh. Namun, Soonyoung tak pernah menyerah dengan perasaannya. Hingga akhirnya dia mendapatkan hadiah besar setelah malam itu terjadi. Dia tidak sabar mendengar Yuna menerima perasaannya kemudian berpacaran dengannya. Seharusnya itu terjadi. Seharusnya. **** "Kau mau pergi? Kenapa?" Kebisuannya bisa membunuhku. "Yuna, kau bahkan tidak memberiku kesempatan pacaran denganmu! Kau bilang jawabannya hari ini." Dia sepertinya tidak peduli seberapa dalam kehancuran yang akan kuterima akibat putus asa mengejarnya. "Kenapa kau tega sekali padaku? Jawab aku!" Dinding batu yang mengungkung tubuh Yuna akhirnya binasa. Dia menjatuhkan tasnya dan melangkah ke arahku. Matanya tiba-tiba memerah. Aku bertanya-tanya apakah dia hendak menangis atau itu memerah karena hal lain seperti kelilipan atau apa. Tiba-tiba kedua tangannya mendorong dadaku. Kencang sekali. "Kau mau pacaran denganku? Baiklah," ujarnya, suaranya gemetar. Dia mendorongku lagi, lebih kencang hingga tubuhku keluar dari bawah atap halte ke bawah guyuran hujan. "Ayo pacaran." Yuna mengeluarkan ponsel. Sementara jemarinya menari di atas layar, aku mengawasi dengan gigi bergemeletukan, tubuhku menggigil kedinginan, tanganku terkepal kencang. Kemudian gadis itu memamerkan layar ponsel padaku yang menampilkan penghitung mundur. "Tiga menit dari sekarang."

More details
WpActionLinkContent Guidelines