Irish Coffee Cream

Irish Coffee Cream

  • WpView
    Reads 395
  • WpVote
    Votes 88
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 18, 2019
Anastasia Charlotte, panggil ia Charlotte, seorang wanita muda yang berambisi memiliki cafe sekaligus menjadi seorang creator menu yang handal. Dan bukan Charlotte kalau kisah hidupnya bukan seperti roller coaster. Samudera Biru, seorang engineer yang membuatnya merasakan itu. Pribadi yang sama dengan dirinya, begitu keras, tetapi sebenarnya rapuh. Terlena dengan kebersamaan mereka, Charlotte kehilangan kemampuannya untuk membuat minuman baru. Apakah Charlotte lebih memilih Samudera? Ataukah Charlotte kembali pada ambisinya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • E C L I P S E D
  • Cinta Di Antara Dua Dunia
  • Romance Billionaire
  • Axevier
  • Coffeealona
  • Latte but Make it Love
  • When Jasper Met Kalaluna

Judul awal (VanderVictoria) Charlotte Victoria adalah lambang kesempurnaan dalam dunia yang tak pernah memberinya pilihan. Gadis anggun dari keluarga old money, hidup di balik dinding megah dan peraturan ketat sang ibu yang terobsesi pada status sosial. Ia tersenyum di depan publik, tapi hatinya diam-diam merindukan sesuatu yang nyata-sesuatu yang bebas. Lalu datanglah Evander Maverick. Ketua geng motor yang hidupnya berkebalikan dari Charlotte. Liar, bebas, tak terikat siapa pun atau apa pun. Dunia Evander dipenuhi suara mesin, luka lama, dan pilihan yang selalu ia buat sendiri, tanpa peduli benar atau salah. Charlotte dan Evander tidak seharusnya bertemu. Tapi semesta punya cara aneh mempertemukan dua dunia yang begitu berbeda-langit yang tenang dan jalanan yang gaduh. Dia sopan, dia brutal. Dia rapi, dia berantakan. Tapi di antara semua perbedaan itu, mereka mulai menemukan satu kesamaan: keinginan untuk bebas dari dunia yang membatasi mereka. Namun, cinta saja tak cukup. Apakah perasaan bisa melawan realita? Atau perbedaan akan jadi jurang yang terlalu dalam untuk dilompati?

More details
WpActionLinkContent Guidelines