Kamu Pacarku

Kamu Pacarku

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 8, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Tiba-tiba aku ditembak oleh pria tampan pinter kaya baik sempurna deh. Aku ingin sekali mencari kelemahanya untuk membuktikan bahwa aku tidak menyukainya tapi kegagal selalu saja datang dia suka menyembunyikanya di belakangku, aku tidak suka sikapnya yang keterlaluan. RAILO ANJING Aku suka ka gilang tapi cintaku tak pernah disambut olehnya, apa aku kurang cantik? Tapi banyak ko yang bilang aku cantik bahkan hampir semunya, aku juga nyadar:> Ka gilang membenciku mungkin, baginya aku pengganggu kecil yang selalu mengikutinya kemanapun dia pergi, perlakuanku terhadap ka gilang selalu ditolak, dia juga pernah melempar minuman botol yang kuberi spesial, tapi aku tidak masalah, karena aku suka:> Dari pada itu railo selalu membuntutiku kemana mana, dan menasehatiku terus menerus sampai kepala mau pecah, dan tiba tiba? Dia menyatakan cinta padaku? Aku berfikir dia hanya pengganggu yang sok tau, ternyata jiwa laki lakinya ada juga.
All Rights Reserved
#31
reka
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • YOU [KOOKV/KOOKTAE][END]
  • Oneshoot [TaekookGs]
  • NAYLA [SLAW UPDATE]
  • Pria Dari Poster [Kv]
  • Fake Love [VMINKOOK] END
  • [END] Menanti Sebuah Jawaban [MSJ] KookminxKookV
  • Step Backward
  • Sensei !!!    I Love You !   ||| K.V |||
  • Admire Or Love

[Selesai] Hari itu semenjak aku datang ke sana, setiap malam aku selalu bermimpi tentang seorang pria. Tampan dan gagah. Aku suka senyumnya. Dia selalu datang ke mimpi ku dan mengucapkan kata-kata romantis ke pada diriku. Kupikir aku sudah gila, karena aku sungguhan jatuh cinta pada pria itu. Orang-orang bilang dia tak nyata! Tapi aku tak peduli. Dia memang tak nyata, tapi perasaannya nyata! Semenjak hari itu aku dikira orang gila. Aku juga sempat berfikir bahwa aku sendiri gila. Aku tak peduli! Hanya ada satu orang yang menganggapku tak gila, dia adalah ibuku. Selalu aku ceritakan mimpiku padanya. Dan dia hanya tersenyum pahit. Selalu seperti itu. Sampai pada suatu hari bibiku datang menceritakan sebuah cerita padaku. Dan semenjak hari itu aku hanya menangis. Dan kurasa semenjak hari itu aku gila sungguhan. WARNING: Gay/homo/bxb/lgbt Kookv/kooktae Rate T

More details
WpActionLinkContent Guidelines