Denting Rasa

Denting Rasa

  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 1, 2019
Cerita ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas dari PSI (Pena Sastra Indonesia) -Kelompok 2- "Sendiri menyadarkanku apa arti hadirmu. Tentang sosokmu yang dulu pernah ada dalam hidupku. Namun kini sudah tak lagi di sisiku". Aku menyusuri tempat-tempat yang penuh kenangan akan kebersamaan kita di masa lalu. Memori itu muncul begitu saja. Tak terasa waktu lama bergulir dan mempertemukan kembali aku dengan sosokmu. Tahu seberapa membuncah rasa di dadaku? Sudah tak lagi terbendung! Bersamamu kini dapat kulampiaskan segala rasa yang terpendam dalam jiwa, bersamamu yang kini kuyakin akan selalu ada di sisiku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Skema Nestapa [Selesai]✓
  • untuk seseorang yang pernah ku langitkan namanya
  • masuk ke dunia CH?!{END}
  • Bagian Kosong [COMPLETED]
  • BILIK PESANTREN-KU
  • ⋋⁠✿Kehidupan Anak Nusantara✿⁠⋌
  • AILAH(END)✅
  • Her&Lass True Story
  • JANGAN PANGGIL AKU LARAS
  • the magical forest {CH}

𝐁𝐚𝐠𝐢𝐚𝐧 𝐊𝐞𝐝𝐮𝐚 𝐍𝐀𝐓𝐀 : 𝐓𝐞𝐧𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐚𝐤𝐮, 𝐤𝐚𝐦𝐮 𝐝𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐧𝐝𝐮 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐭𝐞𝐫𝐬𝐞𝐫𝐞𝐭 𝐰𝐚𝐤𝐭𝐮. (Boleh dibaca terpisah tanpa membaca Nata terlebih dahulu) Hari-hari suram terus berlalu. Bayang-bayang masa lalu masih melekat kuat dalam ingatan. Nestapa memang ada. Dia nyata dan dia ada di dalam kehidupan manusia. Inilah skema nestapa. Dimana banyak kenangan sendu yang masih memboikot hati. Terbawa deras oleh arus kehidupan. Dan dimana ada hati yang tengah memperjuangkan mati-matian. Dia... berjuang sendirian. Di tengah-tengah kisah asmaranya, rupanya ada sebuah tanda tanya besar yang kembali menyeruak. Mengenai kematian dia. Karena siapa sangka, kepergian dia masih meninggalkan banyak tanda tanya yang membutuhkan jawaban. Dan lagi-lagi ada sebuah dendam yang menuntut kehidupan. ••• "Sebab, dikala saya melihat mata favorit saya, saya tidak melihat ada 'kita' di dalamnya. Kita akan segera redup. Karena pancar mata sabitmu sore itu, tutur batin saya berkata bahwa kamu bukan untuk saya." "Sekali lagi, kamu... bukan untuk saya." ••• Start : 20 Mei 2021. Finish : 30 Desember 2021. 📌𝑪𝑬𝑹𝑰𝑻𝑨 𝑰𝑵𝑰 𝑯𝑨𝑵𝒀𝑨𝑳𝑨𝑯 𝑭𝑰𝑲𝑺𝑰 𝑫𝑨𝑵 𝑻𝑰𝑫𝑨𝑲 𝑩𝑬𝑹𝑯𝑼𝑩𝑼𝑵𝑮𝑨𝑵 𝑫𝑬𝑵𝑮𝑨𝑵 𝑶𝑹𝑨𝑵𝑮, 𝑶𝑹𝑮𝑨𝑵𝑰𝑺𝑨𝑺𝑰, 𝑳𝑶𝑲𝑨𝑺𝑰 𝑨𝑻𝑨𝑼 𝑲𝑬𝑱𝑨𝑫𝑰𝑨𝑵 𝑵𝒀𝑨𝑻𝑨. 📌𝑻𝑰𝑫𝑨𝑲 𝑼𝑵𝑻𝑼𝑲 𝑫𝑰𝑻𝑼𝑳𝑰𝑺 𝑼𝑳𝑨𝑵𝑮! ᴄᴏᴘʏʀɪɢʜᴛ ©2021 ʙʏ ʜᴏᴛᴋᴏᴘɪʟᴀᴛᴛᴇ_ 𝗣𝗟𝗔𝗚𝗜𝗔𝗧 𝗕𝗔𝗖𝗔 𝗜𝗡𝗜👇

More details
WpActionLinkContent Guidelines