ARA & ARI (REVISI)

ARA & ARI (REVISI)

  • WpView
    GELESEN 305,097
  • WpVote
    Stimmen 2,501
  • WpPart
    Teile 5
WpMetadataReadErwachseneninhaltLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Di., Feb. 25, 2025
WpInfo
Belletristik
Romantik
Bad Boy
Highschool
Dark Romance
Arico & Arabella "Brengsek! Enak banget lo tiduran di dada gue." Pekik Ara kesal mencubiti paha Ari dengan keras. "Agh! Sakit. Wajar kali nikmatin aset sendiri, gue kan pacar lo." Ari langsung bangkit dari atas Ara lalu mendelik sembari mengaduh mengusap pahanya yang terasa panas. Mendengar pernyataan dari kekasihnya, Ara langsung tidak terima. "Apa lo bilang? Aset! Heh kapan badan gue jadi aset lo". "Sejak lo jadi cewe gue, Duit yang gue keluarin tiap kita jalan pasti gue yang bayar mana pernah sama lo, terus skincare, body care, salon lah itu udah bikin dompet gue jebol. Jadi lo juga harus ngasih sesuatu buat gue. Kalo enggak tekor dong!" Balas Ari terseyum miring. Ara melotot mendengar semua itu, Dasar laki laki perhitungan."Berengsek ya lo, Bener bener udah anggep gue cewe kek gitu. Pakek ngitung ngitung duit jalan segala". Sebal Ara mendengar penuturan Ari. "Bukannya gua perhitungan sayang, tapi itu realistis". Santai Ari seolah sudah terbiasa berdebat dengan kekasihnya.
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Be Yours
  • Anak Kecil Ngomongin Cinta?
  • 90 Days with Devil
  • Bintang Pantura vs Mr. Arrogant
  • sex-crazed woman {END}
  • My Sugar Daddy(END)
  • Ardi & Ara [End]
Be Yours

"kenapa si vin? Kamu jahat banget! Aku salah apa? Gak ada cowok lain yang bersikap begitu kepacarnya sendiri!" ucap Risa yang lebih terdengar seperti isakan, karna pipinya sudah banjir dengan air mata. Risa menyeka air matanya lalu ia tertunduk mengingat sekilas bagaimana Ervin waktu itu menembaknya. "pa-padahal du-dulu kamu, yang ajak aku pacaran duluan!" Ervin hanya memandangnya tanpa minat, lalu melipat tangannya didadanya. "gak semua cowok yang ngajak pacaran itu bermaksud baik. Terutama gue!" ujar Ervin Risa langsung mengangkat wajahnya, menatap Ervin dengan bingung. "maksud kamu?" tanyanya tak mengerti. Ervin tersenyum miring, lalu ia mencondongkan tubuhnya kewajah Risa. "maksud gue..." ucapnya terpenggal lalu ia mengelus pipi Risa, membuat tubuh Risa menegang. Lalu Ervin mendekatkan bibirnya ketelinga Risa dan melanjutkan ucapannya. "gue pacaran sama lo, karena gue benci sama lo dan gue mau liat lo menderita!" Bagaikan kehilangan inhaler saat Risa sedang sekarat, begitu lah kondisinya sekarang sekujur tubuhnya membeku dan tak dapat digerakkan saat mendengarkan ucapan yang baru saja masuk kedalam telinganya. Ervin menegakan badannya dan melihat ekspresi Risa yang membatu dengan raut wajah terkejut, Ervin langsung pergi meninggalkan Risa sendiri.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien