ARA & ARI (REVISI)

ARA & ARI (REVISI)

  • WpView
    Reads 305,074
  • WpVote
    Votes 2,501
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 25, 2025
Arico & Arabella "Brengsek! Enak banget lo tiduran di dada gue." Pekik Ara kesal mencubiti paha Ari dengan keras. "Agh! Sakit. Wajar kali nikmatin aset sendiri, gue kan pacar lo." Ari langsung bangkit dari atas Ara lalu mendelik sembari mengaduh mengusap pahanya yang terasa panas. Mendengar pernyataan dari kekasihnya, Ara langsung tidak terima. "Apa lo bilang? Aset! Heh kapan badan gue jadi aset lo". "Sejak lo jadi cewe gue, Duit yang gue keluarin tiap kita jalan pasti gue yang bayar mana pernah sama lo, terus skincare, body care, salon lah itu udah bikin dompet gue jebol. Jadi lo juga harus ngasih sesuatu buat gue. Kalo enggak tekor dong!" Balas Ari terseyum miring. Ara melotot mendengar semua itu, Dasar laki laki perhitungan."Berengsek ya lo, Bener bener udah anggep gue cewe kek gitu. Pakek ngitung ngitung duit jalan segala". Sebal Ara mendengar penuturan Ari. "Bukannya gua perhitungan sayang, tapi itu realistis". Santai Ari seolah sudah terbiasa berdebat dengan kekasihnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ardi & Ara [End]
  • Bintang Pantura vs Mr. Arrogant
  • HEARTBREAKING (On Going)
  • Sleeping With My Boss
  • My Lecturer My Future
  • 90 Days with Devil
  • sex-crazed woman {END}

Seharusnya hari itu Ara mengecek notifikasi kelasnya. Seharusnya Ara tahu akan sikap dosennya yang suka telat masuk. Masih banyak seharusnya yang Ara sesali. Dan yang paling penting, seharusnya Ara lebih berhati-hati agar tak menyerempet mobil mewah milik Ardi. Buntut dari kecerobohan Ara mengantarnya menjadi babu Ardi selama satu semester berlangsung. Dan Ara tahu ini keputusan besar paling bodoh yang pernah ia buat. *** "Ra, gue sakit," ucap Ardi serak diujung sana. Ara mengernyitkan dahi bingung. "Hubungannya sama gue apa?" "Gue sakit bego," ucap Ardi kesal. "Kerumah gue." "Enak aja nyuruh-nyuruh," bantah Ara. "Lo itu-" "Babu," balas Ara kesal. "Gue kesana." Tut. Panggilan terputus secara sepihak. Ara menutup telepon dan berdecak kesal. Ia memilih untuk bersiap-siap menuju apartemen Ardi. Bisa ngamuk majikannya itu jika ia tidak datang. *** Januari 2021

More details
WpActionLinkContent Guidelines