Terjebak dalam Ex-circle

Terjebak dalam Ex-circle

  • WpView
    Reads 71
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Sun, Nov 14, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
[menulis kata galau dibilang gagal move on?] bukan bermaksud apa apa, seriusan demi apapun opini kalian salah tentangku. aku memang suka menulis dari dulu, tetapi aku lebih suka menulis penderitaan menyesakkan daripada cerita cerita bahagia yang menurutku tidak perlu ku publikasikan, karena ya menurutku cerita bahagia sudah banyak yang mewakili, dengan ending yang bahagia. disini aku memilih cerita yang tentu saja membuat semua orang ingat betapa menyedihkan, betapa menderitanya kala kita kehilangan seseorang dan betapa berusaha kita untuk bangkit dari terpuruknya keadaan. rasa sakit itu menurutku sangat manis. dan ya, memang awal bulan lalu aku sempat merasa seperti itu, amat sangat takut kehilangan seseorang yang sudah ku anggap inangku. tetapi sekarang aku baik baik saja. hatiku tidak pernah merasa sebebas ini. aku ingin menunjukkan betapa perasaan yang besar begitu mudahnya menghilang jika kita menikmati luka luka itu setiap detiknya. kecewa, penghiantan, janji janji, terus terngiang ngiang selama beberapa hari. itu hampir membuat hidupku mengkerut. aku takut akan menjalin sebuah hubungan yang lara, sia sia. aku menikmati lukaku dengan terus menuliskannya pada lembaran kertas yang usang atau dalam memo ponselku. sehingga ku baca berulang kali, betapa bodohnya diriku, aku tertawa terus menerus kala membacanya. mulai dari sana aku berangsur pulih, hatiku pulih. sekarang pulih seutuhnya.
All Rights Reserved
#48
pelangi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You're Here, But Not For Me
  • Admire Or Love
  • Cinta Tapi Cinta?
  • You are my house_ ( Chanbaek)  END
  • philopobhia
  • Nathan Kana Liny Axel Alex
  • He Buys Me ✔
  • Khayalku
  • let me go [end]
  • Love Is Gone [END] (Proses Revisi Bertahap)

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.

More details
WpActionLinkContent Guidelines